Supertrainer Diskonan - Hoka Mach X 2
fathurhoho

Supertrainer Diskonan - Hoka Mach X 2

Published by:
Borobudur Marathon 2025 lumayan berbekas untuk saya pribadi, dari vibesnya, suasananya, hingga semangatnya pun masih terbawa sampai berminggu-minggu setelah race. Salah satunya adalah kepikiran gimana solusinya dari jari kelingking kaki saya yang lecet sejak kilometer 20-an itu.

Pelindung Jari dan Sepatu Anti Lecet
Tentu saya serius banget soal ini, surfing berjam-jam buat nyari 'benda' anti lecet dari kaos kaki, pelindung jari kain, silicon, segala macem sampe sepatunya sendiri pun ikutan dibeli yaitu Hoka Mach X 2 saat momen penuh diskon 12.12 lalu.

Sebelumnya saya sempat menjadikan Hoka Mach X 2 ini sebagai alternatif kalau ga ketemu Superblast 2. Sehingga saya sudah pernah fitting dan sudah tahu size-fitnya di EU 42 2/3. Tapi karena kondisi kaki yang membesar, maka saya putuskan upsize ke EU 43 1/3 atau 27.5 cm.


Sudah Hampir 90 Kilometer, Belum Break-In (?)

Sesuai tujuan awal, Hoka Mach X 2 ini akan saya gunakan untuk long-run tapi sebenarnya sudah pernah saya gunakan di semua jenis sesi lari. Hal yang kurang menarik adalah, saya belum menemukan enaknya pakai sepatu ini, rasanya seperti biasa saja, "gak ketemu sepatu mahalnya" gitu loh.

Beda dengan SB2 di pemakaian pertama saja saya langsung ngerasa wah. Lalu ada 'rasa enak' khas SB2 biasanya di atas kilometer 12 biasanya, sepatu rasanya memberikan rasa support, foam sepatunya kerasa lebih 'hidup', empuk tapi tetap ringan. Nah di Mach X 2 saya tidak merasakan itu.

Tidak Recommended Dengan Harga Retail

Atas pertimbangan di atas, saya ulangi, "belum ketemu mahalnya", maka saya sangat tidak merekomendasikan jika kamu ingin membeli sepatu ini dengan harga retail yaitu 3.3 jutaan. Jangan deh. Tunggu diskonnya. Setelah ini saya malah mau berprinsip pembelian sepatu harus diskon minimal 40%, tambah excuse dikit untuk supertrainer.


Oh ya, menurut saya, supertrainer itu wajib kudu harus Durable, awet! Mach X2 mestinya memenuhi syarat ini, keliatan dari bahan uppernya yang mewah tapi lebih breathable dari SB2. Outsolenya lumayan tebal lah ya, jika saya yang pakai sih yakin bisa di atas 800km.

Tentu durable ini bukan soal upper dan outsole saja, tapi foam nya juga. Soal ini saya masih bingung karena sepatunya sendiri masih 'muted'. Mudah-mudahan segera ketemu enaknya. Next time saya coba lari dengan custom insole di Mach X2 ini, karena tadi baru ngerasa bagian mata kaki mulai nyeri.

Oh iya, kita belum cerita-cerita soal custom insole ini. Adalah pokoknya, next time ya.

Update: Custom Insole Arch Support untuk Cidera Posterior Tibialis

0 comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak