Seperangkat Alat Perang - Gear yang Hampir Terlupakan
fathurhoho

Seperangkat Alat Perang - Gear yang Hampir Terlupakan

Published by:

Izinkan saya mulai dengan kalimat berikut: Sesuatu terasa kurang berharga sampai saat kamu (akan) kehilangannya. Syukurlah kalimat ini datang menyelinap di kepala saat saya tengah asyik-asyiknya melirik laptop baru, mini pc baru, atau pc baru.


.. yang memang daridulu diidam-idamkan. Kayanya sih hampir tiap 'orang IT' kepengen gini dulunya. Punya PC yang proper spek dewa idamannya ditambah aksesoris-aksesoris per-PC an lainnya. Beberapa berhasil menunaikannya, beberapa mengurungkan niatnya.


Bermula Dari Laptop Kantor yang Rusak

Adalah laptop thinkpad, yang disediakan oleh kantor, dengan spek yang cukup mumpuni. Setelah menemani berbagai perjalanan, terutama pemakaian yang cukup keras di awal-awal hampir 24/7 full load running labs. Pada akhirnya mati total.


Saya pikir daripada pakai laptop pengganti yang sementara, pada akhirnya harus setup 2x nanti. Jadi saya putuskan kerjanya untuk pakai laptop pribadi saja sementara waktu.


Dari sini lah perenungan itu dimulai.


Laptop Badak yang Paling Saya Rekomendasikan

Adalah laptop saya ASUS TUF 15 inch yang udah berumur 7 tahun sejak 2019. Build materialnya oke banget, dibandingkan laptop Thinkpad P series saya dengan usia yang sama tapi udah penuh jamur, rubber mengelupas, keyboard totally rusak, layar pun sudah retak alias satu chassis nya sudah hancur.


Selama 7 tahun pemakaian ASUS Tuf saya hanya ganti FAN dan keyboard saja. Tidak ada penurunan performa yang signifikan terhadap penggunaan hari-hari biasa maupun yang berat seperti untuk "nge-lab".


Nyesel Ga Daridulu Ganti SSD

Udah pakai SSD NVME tapi 256GB karena untuk OS nya aja. Sementara storagenya saya tetep pakai harddisk bawaan kan lumayan dibekali 1 tera. Idul fitri lalu saya coba main Genshin Impact lagi dan size storagenya udah makin gede jadi terpaksa dipindah ke harddisk. Jadilah harddisknya mulai bunyi kretek kretek tanda-tanda mau meninggal.


Siapa yang tau kalau harga SSD hari ini udah selangit, stoknya pun sulit. Demi menekan harga saya pun beli yang second dan nyari barangnya juga berhari-hari. Alhamdulillah ketemu yang Sentinelnya masih 100/100 dan terpakai aman sampai hari ini.


Ternyata Udah Lebih Dari Cukup

SSD datang, saya bongkar, set, terpasang dengan sempurna, set, ditest. Mantap. Walau begini kan saya juga teknisi komputer, sat set. Jadi sekaligus nostalgia rasa-rasanya bongkar laptop, install install software, ngecek kesehatan laptop. Rasain feel dipakenya, responsifnya.


asus tuf

Akh.. ini dia! Seringkali manusia itu ga sadar kalau apa yang dimilikinya sekarang udah cukup dengan kebutuhannya.


Cobain Setup Gaya Baru

Selama ini saya latihan se-minimalis mungkin, cuma pakai laptop, titik. Ga pake external keyboard, ga pake mouse, external monitor pun dilepas. Biar simpel, jadi kalau lagi kerja mobile aman aja karena udah terbiasa. Tapi bosan juga, toh itu kan untuk kebutuhan kerja.


Stand laptop, keyboard, monitor dan mouse yang selama ini kebanyakan nganggur, saya pasang lagi. Ternyata mousenya rusak, bagian dalamnya udah karatan. Juga ternyata keyboardnya pun keras, mungkin karena lama ga digunakan.


desk setup

Jadilah belanja sedikit lagi. Belasan tahun menyandang gelar "anak IT", baru kali ini saya pakai keyboard mechanical dan mouse silent click. Engga mahal-mahal sih, dan semoga engga terjerumus ke yang mahal-mahal. Tapi ini mantep.


Dah, sekian. Ini suara hati yang ga semua orang ngerti.


0 comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak