fathurhoho.id
Fathur Rizki Saragih

Ethernet Networking

By
Sebelum lanjut ke pembahasan TCP/IP dan IP Addressing, tulisan ini bertujuan untuk mereview tulisan sebelumnya yakni tentang Basic Internetworking.
Walaupun saat ini sudah banyak diimplementasikan teknologi wireless,
Teknologi ethernet ini menjadi sangat penting karena memang ethernet sudah digunakan sejak lama di dunia jaringan komputer, khususnya LAN, kira-kira sudah sekitar 30 tahun.

Ngomong-ngomong..
Apa itu LAN?

Mungkin kita berfikir bahwa sebuah jaringan akan disebut LAN jika seperti sebuah bangunan kampus, kantor, yang terdiri dari beberapa lantai dan terkoneksi satu dengan yang lain.
Padahal, sederhananya adalah ketika 2 buah komputer terhubung dengan ethernet, ini sudah pantas disebut dengan LAN.
Jadi tidak ada bedanya antara 2 komputer, atau ratusan komputer yang terhubung.


Jaringan Ethernet, Collision Domain dan Broadcast Domain

Ethernet adalah sebuah standar protokol komunikasi dalam jaringan komputer yang menggunakan sebuah media untuk memungkinkan semua host yang terhubung dalam jaringan agar dapat berkomunikasi, dengan bandwidth yang sama.
Ethernet menggunakan layer 1 fisik dan layer 2 data link.
Oleh karena itu, kali ini saya akan membahas layer 2 data link, dan mac address.

Kita harus benar-benar terbiasa dengan 2 term yang sudah dibahas pada tulisan sebelumnya, yakni Collision Domain dan Broadcast Domain.

Jaringan Hub Membentuk Satu Collision Domain berada dalam Satu Broadcast Domain

Pada tulisan sebelumnya saya sudah menjelaskan bahwa, collision domain adalah keadaan dimana suatu perangkat mengirim frame ke fisik perangkat (hub), maka perangkat-perangkat lain yang terkoneksi dengan hub tersebut harus menghentikan semua aktifitasnya untuk "pay attention" terhadap frame tersebut.
Hal ini dikarenakan pada jaringan hub, beberapa transmisi data tidak dapat berjalan secara simultan, atau disebut dengan half-duplex.

Semua host yang terhubung ke hub akan berada dalam satu collision domain yang sama.

Selanjutnya,
broadcast domain.

Jaringan Switch: Memecah Collision Domain dan Membentuk Sebuah Broadcast Domain

Topologi diatas adalah design jaringan yang sering kita temui saat ini.
Sebagai gambaran, ada beberapa jenis trafik network, yaitu Broadcast, Multicast, Anycast, dan Unicast.
Ke 4 jenis trafik diatas tergantung pada arsitektur network, yang akan saya bahas di lain waktu.

Sekarang kita hanya perlu mengingat bahwa, pada dasarnya jenis trafik broadcast terjadi di jaringan switch.
Kenapa?
Karena switch itu sendiri memang berfungsi untuk memungkinkan semua perangkat yang terhubung dengannya bisa saling sharing dengan medium yang sama.

Jadi, switch ini berjalan di layer 2 data link, dan bekerja berdasarkan mac address.
Artinya, jika mac address ini tidak ada, maka switch perlu untuk mencarinya.
Disini switch akan menyebar sebuah request ke seluruh port yang dia miliki. Semua perangkat yang berada dalam broadcast domain yang sama, harus menghentikan semua aktifitasnya demi mendengarkan broadcast ini.

Sedangkan pada jaringan switch, collision domain akan dipecah untuk setiap masing-masing port nya.
Berdasarkan topologi diatas, kita bisa melihat bahwa terdapat 4 buah collision domain.
Hal ini jauh lebih baik dengan jaringan hub sebelumnya.

Cukup sampai disini, kita akan sedikit mengulas tentang collision domain.

CSMA/CD

Jaringan ethernet menggunakan protokol yang dinamakan Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection (CSMA/CD). Protokol ini membantu perangkat untuk berbagi bandwidth dengan cara mencegah setiap perangkat mengirim trafik secara bersamaan.
Dengan kata lain, CSMA/CD memastikan bahwa dalam satu waktu hanya boleh 1 perangkat saja yang mengirim trafik.
Lebih detailnya seperti gambar berikut.

Protokol CSMA/CD 

Kemudian setiap perangkat akan dikirim "signal jamming" yang berisi random clock.
Ketika clock setiap perangkat berbeda, maka perangkat dapat mengirim trafik kembali.
Tentunya hal ini terjadi secara sangat cepat, sehingga tidak begitu terlihat dampaknya saat jaringan anda hanya berisi 5 sampai 10 komputer dengan aktifitas yang rendah.

Bayangkan jika perangkat ini digunakan di jaringan enterprise!
Selain itu, jika collision ini terjadi setelah 10x lebih pada port hub, maka akan terjadi time out dan perangkat gagal untuk mengirim trafik.


Jadi, kita sangat dituntut untuk mengantisipasi penuh keadaan diatas.

Half Duplex dan Full Duplex

Banyak yang bingung dalam membedakan collision domain, dan half duplex. Termasuk saya sendiri.
Apakah kamu pernah mendengar "kabel coaxial"?
Kabel ini yang saya perlukan untuk menghubungkan TV ke antena.

Dulu, kabel ini juga digunakan di jaringan komputer. Sekarang sudah tidak lagi.
Term half duplex ini juga sudah sangat jadul, namun bagaimanapun dalam persiapan CCNA ini sering sekali disinggung.
Bahkan jika kamu pernah menggunakan image Cisco VIRL ketika simulasi router dan switch cisco, setiap port nya tidak otomatis berjalan di full duplex.
Sehingga kita benar-benar dituntut untuk memahaminya.

Baiklah, sederhananya, half duplex itu adalah kapasitas sebuah media, baik itu coaxial maupun UTP.
Kita sepakat bahwa di jaringan hub, semua perangkat akan berjalan di half-duplex, artinya hanya satu perangkat saja yang bisa mengirim trafik dalam satu waktu.
Jika lebih, maka kondisi ini disebut dengan collision!
... dan untuk mengatasi collision, digunakan protokol CSMA/CD. Jika collision berlangsung selama 10x lebih percobaan transmisi, maka setiap perangkat gagal mengirim trafik.

Clear sudah?

Maka kita lanjut ke mac address.

Ethernet Networking pada Layer 2 

Ketika berbicara data link, pasti berkaitan dengan yang namanya frame, dan juga mac address.
Maksudnya..
Contohnya saja, switch, bekerja pada layer 2.
Untuk membentuk sebuah frame, switch perlu mengetahui alamat mac address kemana frame tersebut akan dikirimkan.

Perhatikan topologi berikut, PC-A akan melakukan ping ke PC-B.



Tentu saja dengan mudah kita menebak hasilnya:

[email protected]:~$ ping 192.168.100.20
PING 192.168.100.20 (192.168.100.20): 56 data bytes
64 bytes from 192.168.100.20: seq=0 ttl=64 time=1.843 ms
64 bytes from 192.168.100.20: seq=1 ttl=64 time=2.101 ms
64 bytes from 192.168.100.20: seq=2 ttl=64 time=1.939 ms
64 bytes from 192.168.100.20: seq=3 ttl=64 time=1.372 ms
^C
--- 192.168.100.20 ping statistics ---
4 packets transmitted, 4 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 1.372/1.813/2.101 ms

Namun apa yang sebenarnya terjadi sebelum paket ICMP itu berhasil dikirim dan menghasilkan reply?
Saya menyertakan alamat mac address pada topologi diatas, mac address ini bisa kita ketahui dengan perintah ifconfig, ipconfig /all, atau arp -a di terminal atau di command prompt jika menggunakan windows.

Oh iya, ini bisa kamu praktekkan sendiri. Saat ini saya menggunakan GNS3 dan menganalisa frame nya menggunakan wireshark.

PC-A harus mengetahui mac address PC-B

Bagaimana caranya?
Perhatikan gambar berikut.

ARP Request

Sebelum paket ICMP dibentuk, maka PC harus membentuk yang disebut dengan frame. Frame ini berisi alamat mac address dan untuk mendapatkan alamat mac address, maka digunakan protokol ARP atau Address Resolution Protocol.

Protocol ini berfungsi untuk menterjemahkan alamat IP (layer network) menjadi alamat mac address (layer data link) dengan cara mengirim ARP request.
Detailnya kira-kira seperti berikut:
00:8A:B0:0C:A5:00 (PC-A) mengirim broadcast ARP yang berisi pesan "Who has 192.168.100.20"?

Karena pesan ini bersifat broadcast, maka ini akan dikirim ke semua port pada PC-1.

Mari kita tebak, bagaimana jika diantara PC-1 dan PC-2 terdapat sebuah switch?
Maka switch tersebut ikut membroadcast ulang pesan tersebut.
Jelas sudah tentang broadcast domain?

Selanjutnya..

PC-B membalas pesan ARP

Karena pemilik 192.168.100.20 adalah PC-B, maka ia akan membalas pesan tersebut, atau ARP reply.
Bagaimana jika pemiliknya tidak ditemukan?
Maka frame gagal dibentuk, dan paket ICMP akan di drop.

ARP Reply

Terlihat pada gambar bahwa, destination mac address bukanlah broadcast lagi, melainkan berisi mac address PC-A dan pesan tersebut berisi informasi tentang mac address PC-B.
Maka paket ICMP akan dibentuk dan siap untuk dikirim.

Nah, belum selesai sampai disitu.
Mari kita perhatikan baris yang saya highlight pada gambar tersebut, yaitu detail tentang destination dan source mac address.

MAC Address

MAC address diberikan untuk setiap NIC (network interface card) perangkat. Berisi 48 bit atau 6 byte dan formatnya ditulis menggunakan heksadesimal.


  1.  I/G atau Individual/Group. Perhatikan hasil capture wireshark diatas.
    Jika bernilai 0, artinya mac address tersebut adalah milik salah satu perangkat yang ada di jaringan.
    Sebaliknya jika bernilai 1, ini berarti broadcast atau multicast.
  2. G/L atau Global Local. Kadang disebut juga U/L, U berarti universal. Biasanya ini bernilai 0, yang artinya mac address tersebut masih sesuai dengan yang didapat dari IEEE. Kita bisa saja mengganti mac address, maka nilai G/L ini akan menjadi 1.
    Tapi..
    Ketika kita mengganti mac address, ini hanya unik di dalam network kita sendiri, tidak secara global.
  3. 24 bit terakhir adalah nilai yang diberikan oleh setiap vendor. Nilai ini yang menjadikan perangkat memiliki mac address yang unik antara vendor satu dengan yang lainnya.

Sampai disini, kita dituntut untuk memahami cara menkonversi bilang desimal ke heksadesimal atau sebalinya.
Ini tidak saya bahas karena begitu banyak resource diluar yang dapat kita gunakan.


Baiklah, diatas saya sudah menjelaskan tentang broadcast domain, collision domain, half duplex dan full duplex serta sedikit menyinggung tentang ARP.
Perlu di ingat dalam ethernet networking kita perlu juga memahami enkapsulasi, ethernet frame, dan juga jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer atau ethernet pada layer physical.

InsyaAllah akan dibahas di lain kesempatan. ^ ^

Fathur Rizki Saragih

Pengenalan OSI Layer dan Cara Memahaminya

By
Awal perkembangan jaringan komputer terbilang cukup kacau balau. Saat itu setiap vendor memiliki solusi proprietary mereka sendiri.
Artinya, sebuah komputer hanya dapat berkomunikasi dengan komputer lain dengan merek yang sama.
Perangkat IBM hanya bisa dengan IBM saja, Apple dengan Apple saja.

Bayangkan jika hal ini masih terjadi sampai sekarang, komputer saya akan bekerja dengan syarat, keyboard, screen, audio, ethernet port, baterai, harus di produksi oleh vendor yang sama .. serta hanya bisa berkomunikasi dengan komputer yang lain dengan vendor yang sama pula.

Wow!

Inilah yang melatarbelakangi lahirnya (Open System Interconnection) OSI Model, yang dibuat oleh International Organization for Standardization (ISO).
Sebuah standar yang terdiri dari beberapa lapisan, dimana jika suatu vendor ingin mengembangkan produknya, mereka harus mengikuti aturan pada setiap layer ini agar produknya bisa berkomunikasi dengan perangkat vendor yang lain.

Seven Layer OSI

Mungkin sampai disini teman-teman masih bingung kenapa OSI layer ini begitu penting di jaringan komputer, dan apakah perlu untuk menghapal OSI layer?
Jawabannya, ya! Sangat penting!

Agar lebih mudah, kamu bisa menggunakan trik menghapal seperti:
"All People Seems to Need Data Processing"
atau
"People Do Not to See Pamella Anderson"
atau..
se-kreatifnya kamu aja deh.

Application

Disini berada aplikasi yang biasa kita gunakan seperti, browser (HTTP), e-mail, transfer file (FTP), dan lain sebagainya.

Presentation

Presentation layer berfungsi untuk menyediakan, mempresentasikan data ke layer application. Misal dalam karakter, bisa saja komputer menggunakan format yang berbeda-beda, ada ASCII , atau EBCDIC.
Maka layer ini akan menformat data tersebut sehingga kedua komputer memperoleh karakter yang sama.

Session

Saat kita mengakses sebuah web, kita akan menciptakan yang namanya session. Layer ini yang bertugas dalam pembentukan session, mengelolanya, hingga memutusnya.
Kadang kita berfikir ini tidak relevant.
Namun pada kenyataannya, web bisa saja di akses oleh ratusan bahkan jutaan lebih user dalam satu waktu dan aktifitas ini harus dibagi-bagi menjadi beberapa session.

Transport

Ketika kita mendownload sebuah file dari internet, file tersebut sebenarnya dikirim dalam bentuk segment kemudian di trasnportasikan ke komputer kita.
Di layer ini, ada 2 jenis sublayer lagi, yaitu:
 - TCP, pengiriman data bersifat reliable, (dijamin sampai)
 - UDP, pengiriman data bersifat unreliable.

Network

Di layer inilah IP Address berada. IP Addres (Internet Protocol) address disebut dengan "routed protocol" yang akan di routing dengan "routing protocol".
Seperti RIP, EIGRP, OSPF, BGP, dan lain-lain.
Setiap perangkat jaringan harus memiliki alamat IP, yang unik, berbeda satu dengan lainnya.

Data Link

Data link bekerja untuk menyediakan transmisi fisik data dan menangani error, topologi jaringan , dan flow control.
Artinya data link memastikan bahwa pesan akan tersampaikan ke perangkat yang benar, berdasarkan alamat hardware yang telah di translasikan dari layer network dalam bentuk IP address dan dikemas menjadi frame, lalu di konversi menjadi bit agar bisa dikirim melalui layer phsycal.

Physical

Di layer Physical, frame dari data link akan dikonversi menjadi bits. Bits ini berisi electrical pulse, yang bernilai "on" 1 atau "off" 0. Disini lah jenis-jenis kabel, dan konektor RJ45 berada.

Bagaimanapun, saya tidak menyarankan menghapal mati OSI layer. Tapi lebih dari dari sekedar menghapal, kita harus benar-benar memiliki pemahaman yang solid tentang OSI layer.
Dibawah akan saya jelaskan bahwa OSI layer bukan hanya sebatas teori saja.

Memahaminya bisa dari atas kebawah, atau sebaliknya. Seorang IT Networking biasanya lebih fokus ke 4 network bawah saja, yakni Physical, Data Link, Network, dan Transort.
3 layer atas biasanya lebih fokus seorang developer.
Namun bukan berarti ini menjadi tidak penting untuk dipahami. :D


Komunikasi Client Server

Berikut skenario sederhana tentang OSI Layer yang saya kutip dari buku "How to Master CCNA - Renee Molenaar".

  1. Kita membuka browser dan mendownload sebuah file dari webserver. Ketika kita mengetikkan alamat URL dari sebuah website, komputer akan meminta halaman web tersebut ke server. Disini kita menggunakan protokol HTTP yang berada di layer application.
  2. Layer presentation akan menstruktur informasi dari aplikasi tersebut menjadi berbagai format.
  3. Layer session akan memisahkan seluruh session yang berbeda.
  4. Tergantung apa jenis aplikasi yang digunakan, apakah TCP , atau UDP. Dalam hal ini, HTTP memiliki komunikasi yang reliable sehingga menggunakan TCP.
  5. Komputer yang kita gunakan, harus memiliki sebuah IP Address, contohnya 192.168.1.1, dan akan membangun sebuah IP Packet. Packet ini berisi semua data dari layer application, presentation, dan session. Dia juga menspesifikasikan jenis transport yang digunakan, IP Address sumber (alamat IP komputer), dan IP Address tujuan (webserver).
  6. Packet ini akan ditaruh di frame ethernet. Frame ini memiliki mac address sumber, dan mac address tujuan.
  7. Terakhir, semuanya akan dikonversi menjadi bit dan dikirim melalui media baik itu kabel ataupun nirkabel.


Studi Praktek OSI Layer

Perlu diingat bahwa OSI layer bekerja secara berurutan, dari layer yang paling atas, hingga yang paling bawah, atau juga sebaliknya.
Jadi, tidak boleh ada layer yang dilewati.

Anggap saja kasusnya seperti kantor pos.
Jika kita mengirim surat, tanpa menyertakan alamat tujuan, tentu paket tersebut tidak akan sampai.
Begitu juga dengan OSI Layer, prosesnya tidak bisa dari layer application, langsung menuju ke data link tanpa melewati layer yang dibawah nya terlebih dahulu.

Jangan hawatir jika kamu masih bingung dengan semua penjelasan diatas.
Agar lebih mudah dalam memahaminya, kita akan mendemonstrasikan komunikasi client server dan mengamati PDU (Protocol Data Unit) di setiap layer.

Okay, langsung saja, saya akan menggunakan topologi seperti berikut:

Oh ya!
Ini bisa kamu ikuti dengan menggunakan aplikasi packet tracer. So, let's fire up your PC.

Baca juga: Cara menginstall packet tracer

Berikut topologi yang akan kita gunakan.

Belajar OSI Layer
Cara terbaik sebenarnya untuk mengamati perjalanan paket adalah dengan menggunakan aplikasi network analyzer seperti Wireshark.
Namun artikel kali ini saya hanya menjelaskan gambaran secara umum sebuah komunikasi client server, dalam hal ini akses http.

Sebagai perbandingan, kamu dapat mensimulasikan praktek ini menggunakan wireshark, dengan langsung mengakses sebuah situs dan mengcapture network adapter yang kamu gunakan (ethernet atau wireless).

Sebagai awal pembelajaran, mensimulasikan jaringan sangat cukup dilakukan dengan packet tracer.
Kita mulai dengan mengakses situs web.cisco.com melalui laptop sesuai topologi.

Silakan klik "laptop" kemudian masuk ke tab desktop. Terdapat sebuah icon web browser dimana kita bisa menginputkan alamat url atau alamat ip address yang ingin kita akses.
Hasilnya akan seperti ini:

Hasil

Lalu.
Apa menariknya? :D


Agar menjadi menarik, mari kita lakukan pengamatan menggunakan "simulation mode".
Ingat!
Fitur inilah salah satu alasan mengapa kita sangat disarankan menggunakan packet tracer. Tidak perlu berlelah-lelah dan pusing dengan tampilan di wireshark.

Silakan kamu klik simulation mode tepat pada pojok kanan bawah aplikasi, atau dapat menggunakan shortcut "SHIFT+S".
Jangan lupa untuk menentukan filternya, mark pada bagian : dns, http, tcp, dan udp.

Dengan tetap berada pada browser, lalu enter situs yang ingin kita akses.
Laman web tidak akan tampil hingga kita meng-click capture/forward pada field simulation mode.

Karena prosesnya lumayan panjang, maka akan saya ringkas di dalam sebuah video sebagai berikut:



Berikut ringkasannya.

1. Laptop harus mengetahui berapa alamat IP dari web.cisco.com



Jika kamu benar-benar memperhatikan gambar diatas, dibawah halaman PDU akan terdapat ringkasan proses setiap layer.
Masih ingat tentang analogi kantor pos diatas?

Dalam mengirim paket, kita harus tau alamat tujuan si penerima. Begitu juga ketika mengakses web.
Laptop harus tau alamat IP Address sebuah server yang ingin di akses.
Maka laptop akan mengirim DNS request yang berfungsi untuk mencari alamat IP dari web.cisco.com.


2. DNS Server sekaligus HTTP Server akan me-reply semua request dari client


DNS server menyimpan sejenis catatan yang berisi alamat domain dan alamat IP akan membalas request dari laptop.
Setelah laptop mengetahui alamat IP dari web.cisco.com maka laptop melanjutkan proses dengan mengirim http request ke alamat tersebut.
Dalam hal ini, DNS server dan HTTP server ada di server yang sama.

3. Berbeda dengan DNS, sebelum membentuk koneksi HTTP, client dan server harus membentuk sebuah komunikasi yang reliable, yaitu TCP.




Jika kita amati lagi, sebelum laptop mengirim paket http, akan terlihat bahwa laptop terlebih dahulu mengirim paket TCP.
Ini artinya, HTTP membutuhkan komunikasi yang reliable.
Bedanya, sebelum TCP terbentuk, akan ada proses yang dinamakan "3 way handshake" yakni sebuah percakapan antar 2 perangkat bahwa mereka akan membuat sebuah komunikasi.

Baik, diatas adalah penjelasan singkat tentang skenario ketika kita ingin mengkses sebuah web.
Aktifitas ini nantinya akan sangat sering kamu lakukan di packet tracer, sehingga bagaimanapun kamu harus benar-benar mahir menjalankan simulation mode di packet tracer.

Selanjutnya, dimana OSI layer-nya?

OSI layer tersebut ada disetiap sesi yang ada di simulation mode diatas.
Terdapat outbound dan inbound layer.

Berikut penjelasannya:

  • Sekali lagi, kita tidak bisa melangkahi satu layer pun dari ke-7 layer diatas. 
  • Setiap layer akan bekerja berurutan, setiap layer memiliki yang namanya PDU atau Protocol Data Unit. Jika kamu klik setiap paket diatas, akan terlihat di sebuah perangkat, PDU apa yang sedang berjalan, dan berada di Layer ke berapa.
    Application - Presentation - Session = Data
    Transport = Segment
    Network = Packet
    Data Link = Frame
    Physical = Bits
  • Proses pertukaran PDU dari layer application ke bawah, ini disebut dengan enkapsulasi. Sebaliknya, disebut dengan de-enkapsulasi. 

Sampai disini, kamu tidak dituntut untuk memahami semua detil yang ada di setiap layer.
Hal yang perlu dipahami adalah bagaimana alur perpindahan paket dari perangkat ke perangkat, dan proses enkapsulasi atau deenkapsulasi yang terjadi.

Dengan kata lain, hal ini hanya bisa dipahami dengan praktek.
So, semangat!

Saya akan menjelaskan lebih detil pada artikel tentang TCP/IP, IP Address, TCP dan UDP pada tulisan selanjutnya.
Insya Allah.


Note: File .pkt dapat kamu download di channel Belajar Networking (Telegram)

Fathur Rizki Saragih

Memahami Dasar Internetwork

By
Saat memulai belajar dasar jaringan komputer, yang pertama kali kita harus mengenali perangkat-perangkat jaringan komputer.
Arsitektur jaringan komputer modern saat ini sudah dilengkapi dengan, router, firewall, switch, server, akses point, printer, dan lain sebagaianya.

Setiap perangkat akan terhubung dengan perangkat lainnya baik menggunakan media kabel, atau nirkabel, serta dapat bertukar informasi baik dengan network yang sama atau network yang berbeda.
Informasi tersebut dapat berupa suara, dokumen, video, dan lain sebagainya.
Inilah yang disebut dengan jaringan komputer.

Komponen Fisik Jaringan Komputer

Kemudian, bagaimana dengan internetwork?
Internetwork terjadi ketika kita dapat bertukar informasi dengan jaringan yang lain.
Misalnya:
"Laptop A, dengan network 192.168.10.0/24 terhubung ke salah satu port Router A. Sementara port yang lain pada router tersebut juga terhubung sebuah network 192.168.20.0/24 dan terdapat laptop B. Dari laptop A, kita dapat bertukar informasi dengan laptop B. Disini kita sudah menciptakan sebuah internetwork"


Baiklah, dengan kata yang sederhana, sebuah internetwork dapat diciptakan oleh router.
Dimana fungsi router itu sendiri adalah untuk menghubungkan 2 network yang berbeda.
Mudah bukan?

Untuk memahami internetwork selanjutnya, kita akan membahas perangkat jaringan tersebut satu persatu.
Fokus kali ini pada router, switch dan hub.

1. Jaringan Hub

Mungkin sampai saat ini kita masih sering menggunakan istilah hub untuk menyebutkan "yang sebenarnya adalah unmanaged switch".
Maksudnya?

Baiklah, untuk memastikan, apakah kamu pernah bekerja dengan perangkat ini?

Netgear Hub - Gambar diambil dari Ebay
Yah, itu adalah sebuah Hub, dengan 4 buah port Ethernet berkecepatan 10Mbps.
So,
Hub ini sudah sangat jadul sekali dan hampir tidak ada yang menggunakan.

Jika kita melakukan penelusuran gambar di internet dengan kata kunci "switch hub" maka kita akan menemukan banyak sekali perangkat yang mirip dengan merk, D-Link, TP-Link, dan sebagainya.

Sebenarnya itu bukan hub, itu adalah sebuah unmanaged switch.
Namun bahasa pasaran memang seringkali menyebutkannya dengan istilah hub.

Lalu, apa bedanya switch dengan hub?

- Perbedaan Hub dengan Switch

Secara fungsi, kita tidak melihat banyak perbedaan antar kedua perangkat ini. 2 buah PC terhubung ke hub atau ke switch, tetap sama-sama akan bisa berkomunikasi.
Namun secara performa, kita akan menemukan perbedaan yang signifikan, yakni adanya terjadinya Collision di sebuah hub!

- Pengertian Collision Domain

Setiap port di hub bekerja dengan half-duplex,ketika beberapa perangkat yang terhubung ke hub yang sama dan saling bertukar informasi akan terjadi sebuah collision alias tabrakan, disinilah protokol CSMA/CD akan bekerja.
  • Carrier Sense. Dalam keadaan standby, port pada hub akan memeriksa kabel atau "listening wire" apakah ada sebuah frame yang sedang diproses atau tidak.
  • Multi Access. Jika terdeteksi frame yang aktif pada beberapa port, maka setiap perangkat yang terhubung akan menerima "signal jamming" dan random interval.
  • Ketika setiap perangkat memiliki random clock yang berbeda, maka frame kembali di transmisikan.
So, di jaringan hub, hanya 1 perangkat saja yang boleh mengirim informasi dalam satuan waktu, atau half-duplex.

Hub saat ini merupakan perangkat yang sulit ditemukan dan kita tidak perlu memahami lebih dalam behavior hub di dalam sebuah jaringan. Yang perlu di ingat adalah, hub akan menciptakan collision.

2. Jaringan Switch

Berbeda dengan hub yang tidak lebih sebagai "electrical repeater", switch bersifat memecah collision domain. Jika sebuah hub memiliki sebuah collision domain, switch memiliki collision domain hanya pada setiap port nya saja.

Selain itu, switch bekerja lebih cerdas dengan kemampuan mengenali mac address dan menyimpannya di sebuah tabel.
Ringkasnya, cara kerja switch adalah sebagai berikut:
  1.  Terdapat puluhan PC yang terhubung ke sebuah Switch, diantaranya adalah PC1 dan PC2
  2.  PC1 akan mengirim informasi ke PC2
  3.  Ketika frame dari PC1 sampai ke switch, switch akan menyimpannya ke tabel.
  4.  Frame tidak akan bisa dikirim sampai switch mengetahui mac address PC2, oleh karena itu, switch akan membroadcast pesan untuk menanyakan mac address PC2.
  5.  PC2 akan menjawab mac address nya sendiri, dan switch menyimpannya di tabel
  6.  Switch akan mengirimkan frame tersebut dan kedua PC dapat terhubung.

Broadcast Domain

Pesan yang dibroadcast switch diatas adalah pesan ARP request,akan saya bahas pada tulisan berikutnya. Insya Allah.
Point yang menarik adalah, switch akan mem-"broadcast" disini artinya sebuah switch memiliki sebuah broadcast domain.

Efeknya, perangkat apapun yang terhubung ke switch pada saat itu, dia harus menghentikan seluruh aktifitasnya untuk mendengarkan broadcast ini.
Buruk bukan?
Yah, begitulah cara kerja sebuah switch.
Tidak baik untuk performa juga bukan?

Sebelum teknologi switch dan router, telah diperkenalkan teknologi bridging, yaitu perangkat Bridge.
Fungsinya sama dengan switch, namun tidak memiliki kemampuan manageable dan port pada bridge sangat terbatas, sekitar 4 - 8 port.
Sebenarnya ada beberapa bridge dengan 16 port.
Namun ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan switch masa kini yang memiliki ratusan port!

3. Jaringan Router

Okay, setelah membahas hub dan switch kita akan menemukan beberapa kelemahan pada jaringan seperti terjadinya kongesti /tabrakan trafik di jaringan, luasnya broadcast domain, akibatnya setiap perangkat hanya memiliki bandwidth yang rendah.
Kita mulai dari fungsi utama sebuah router
  • Packet Switching
  • Packet Filtering
  • Internetwork Communication, dan
  • Path Selection
Tidak seperti switch yang bekerja di layer 2, router bekerja berdasarkan alamat logical atau IP Address di layer network.
Unit data pada layer network disebut dengan packet.
Setiap port pada router harus dikonfigurasi dengan alamat ip address dengan network yang berbeda, juga setiap port ini memiliki 1 broadcast domain.

Ketika router menerima sebuah pesan broadcast, pesan tersebut tidak akan di forward ke port nya yang lain. Melainkan di drop.
Dengan kata lain, router akan memecah broadcast domain!

Router bekerja berdasarkan tabel routing.
Mengenai ip routing, akan saya bahas di lain kesempatan.

Selain itu, router juga bisa menentukan arah terbaik, kemana packet tersebut akan dikirimkan.

Internetwork Saat Ini

Selain hub, switch, dan router yang telah dijelaskan diatas, sebenarnya masih banyak lagi perangkat-perangkat yang lain, seperti akses point yang sudah menjadi kebutuhan dalam berinternet sehari-hari.
Akses point ini dapat dikonfigurasi langsung melalui komputer, namun pada jaringan enterprise, seorang network administrator mengelola akses point dengan memanfaatkan sebuah controller atau lebih tepatnya disebut dengan "WLAN Controllers", dan akses point itu sendiri disebut dengan "WLAN Devices".

Akses point pada dasarnya bekerja pada layer 2, berbeda dengan ethernet yang menggunakan CSMA/CD untuk mengatasi collision, teknologi wireless menggunakan protokol CSMA/CD - Collision Avoidance.

Trafik yang bersumber dari internet dianggap sebagai "untrusted network" sehingga kita perlu meletakkan firewall yang berfungsi untuk mengkontrol trafik dari luar jaringan internetwork. Pada dasarnya firewall bekerja sampai layer 4 transport, namun saat ini beberapa firewall dapat bekerja hingga layer 7 application atau disebut dengan next generation firewall.

Selain itu, kita dapat menghubungkan IP Phone atau IP CCTV pada jaringan komputer.

Terakhir,
Saat ini kita sering mendengar VLAN atau Virtual LAN, dan teknologi ini sudah menjadi kebutuhan. Berbeda dengan jaringan switch yang hanya memiliki satu broadcast domain, setiap jaringan VLAN akan memiliki 1 broadcast domain.
Sehingga ini akan meningkatkan performa jaringan, selain itu kita dapat meningkatkan sekuritas dengan lebih mudah pada jaringan ini.

Sedikit gambaran, mengatasi permasalahan banyaknya trafik dan luasnya broadcast domain pada sebuah jaringan sudah menjadi kemampuan dasar yang wajib dimiliki seorang IT Networking.
Tidak jarang seseorang diminta oleh client atau kantornya sendiri untuk mengatasi hal ini karena mereka mengeluhkan jeleknya performa jaringan, speed jaringan yang sangat lambat, dan masalahnya hanya karena mengabaikan broadcast domain, tidak membagi jaringan menjadi beberapa segment.

Sekian gambaran dasar internetwork kali ini.
Artikel selanjutnya akan membahas kinerja switch dan router dengan lebih detil.
Terima kasih ^ ^

Fathur Rizki Saragih

Cara Install Packet Tracer 7.0 di Linux

By
Kamu yang sedang belajar jaringan komputer dengan perangkat Cisco, tentu sudah sangat familiar dengan aplikasi ini.
Yah, packet tracer adalah tool simulasi jaringan yang dibuat oleh Cisco System, dengan packet tracer kita dapat mensimulasikan jaringan modern, menggunakan router, switch, firewall, akses point, dan sebagainya.
Packet tracer bersifat cross platform, artinya hanya dapat mensimulasikan perangkat-perangkat (router, switch, firewall, dll) merk Cisco saja.
Packet Tracer

1. Kelebihan Packet Tracer

Selain packet tracer, ada beberapa aplikasi simulator lain seperti GNS3, Boson Simulator, atau EVE-NG. Jika kamu baru memulai belajar perangkat Cisco, packet tracer ini wajib kamu miliki.
Kenapa?

Berikut alasannya:
  • Ringan, hanya membutuhkan minimal 512MB free RAM
  • Good user experience, atau mudah digunakan meski oleh pengguna yang awam sekalipun. Hal ini didukung dengan adanya tutorials yang sudah include di aplikasi packet tracer itu sendiri.
  • Sangat tepat jika digunakan untuk belajar dasar jaringan. Kenapa?
  • Karena packet tracer memiliki fitur "Simulation Mode" dimana kita dapat meng-capture perjalanan packet dari perangkat ke perangkat, beserta PDU nya. Disini kita dapat menguasai OSI layer dan troubleshooting kegagalan konfigurasi dengan sangat mudah.
  • Aplikasi ini sangat cukup jika digunakan untuk belajar CCNA.

2. Cara Install Packet Tracer

Selain di OS desktop, sebenarnya packet tracer juga dapat digunakan oleh perangkat mobile , yaitu Android dan iOS.
Tapi kali ini saya akan membahas instalasi di Linux. Cara ini sudah saya lakukan di Ubuntu 16.04 dan Fedora 25 Workstation.

• Pertama, download installer packet tracer.
File installer dapat di download dari netacad.com.
Jika kamu tidak memiliki akun, kamu dapat mendownloadnya langsung pada halaman berikut ini.
Asumsikan file yang sudah di download berada pada direktori ~/Downloads.

• Ekstrak file tersebut lalu pindah ke folder PacketTracer70
[[email protected] Downloads]$ cd PacketTracer70/
[[email protected] PacketTracer70]$ ls
art          eula.txt    install    saves         templates
backgrounds  extensions  languages  set_ptenv.sh  tpl.linguist
bin          help        lib        Sounds        tpl.packettracer


•  Install packet tracer.
Di dalam folder, terdapat file install.sh, file ini dapat langsung dieksekusi dengan perintah $ sh install.sh atau $ ./install
[[email protected] PacketTracer70]$ ./install
Welcome to Cisco Packet Tracer 7.0 Installation
Read the following End User License Agreement "EULA" carefully. You must accept the terms of this EULA to install and use Cisco Packet Tracer.
Press the Enter key to read the EULA.

Selanjutnya tekan 'enter' atau 'spasi' untuk membaca EULA.
Sampai pada kalimat:
Do you accept the terms of the EULA? (Y)es/(N)o Konfirmasi dengan "Y"

Kamu bisa mengganti direktori default packet tracer kemanapun yang kamu suka.
Setelah itu, file akan di install ada direktori yang telah ditentukan.
Saat ini saya menggunakan direktori default (/opt/pt).
Jika kamu menginstall dengan user biasa seperti saya, sampai step ini system akan meminta konfirmasi:
Should we try to gain root access with sudo? [Yn] Jawab "Y" lalu masukkan password komputer kamu.

Jika ada pertanyaan sebagai berikut:
Should we create a symbolic link "packettracer" in /usr/local/bin for easy Cisco Packet Tracer startup? [Yn]
Maka jawab "Y" , fungsinya nanti akan terdapat file packettracer' di /usr/local/bin yang nge-link atau 'layaknya shortcut' mengarah ke file /opt/pt/packettracer.

Selesai
Type "packettracer" in a terminal to start Cisco Packet Tracer
Writing PT7HOME environment variable to /etc/profile

Cisco Packet Tracer 7.0 installed successfully
Opsional, kamu dapat menjalankan file set_ptenv.sh.
File ini akan membuat variable environtment PT7HOME di /etc/profile.

Sekarang kita sudah bisa menjalankan packet tracer dengan perintah packettracer di terminal.

3. Instalasi Packet Tracer di Fedora 25

Pada OS Ubuntu 16.04 yang saya gunakan, packet tracer sudah berhasil terinstall dan dapat dijalankan.
Namun pada OS Fedora 25, saya harus menginstall librari nss dan ssl, script-tools qt4, webkit dan qt4 backward.

Cara mudahnya dapat menggunakan perintah berikut:
$ sudo dnf install zlib-devel ncurses-devel gtk2 glibc glibc-devel libstdc++ libX11-devel libXrender libXrandr libusb libXtst nss qt qtwebkit
Sumber: http://www.bt0.ninja/packettracer-7-0-in-fedora-25/

Kemudian lakukan instalasi openssl-lib-compat, untuk cara ini saya sarankan kamu membaca sumber artikel tersebut.
$ wget  http://bt0.ninja/rpm/openssl-lib-compat-1.0.0i-1.fc25.x86_64.rpm
$ sudo rpm -Uvh openssl-lib-compat-1.0.0i-1.fc25.x86_64.rpm

Sampai disini, coba jalankan kembali packet tracer. Seharusnya sudah berhasil.


4. Lanjutan instalasi Packet Tracer

Terakhir, kita akan membuat file launcher dengan memodifikasi file /opt/pt/bin/Cisco-PacketTracer.desktop

$ cp /opt/pt/bin/Cisco-PacketTracer.desktop /home/fathur/.local/share/applications/
$ vim /home/fathur/.local/share/applications/Cisco-PacketTracer.desktop

Ganti 'fathur' sesuai dengan username kamu.
Lalu ganti isi file menjadi seperti berikut ini :
[Desktop Entry]
Encoding=UTF-8
Type=Application

Exec=/usr/local/bin/packettracer -- %u
Icon=/opt/pt/art/app.png

Name=Cisco Packet Tracer
Categories=Application;Network;

MimeType=application/x-pkt;application/x-pka;application/x-pkz;

Open File with Packet Tracer
Sampai disini, kita sudah bisa menjalankan packet tracer melalui Launcher.
Sedikit penjelasan tentang baris Exec pada file Cisco-PacketTracer.desktop diatas.
Secara default, nautilus tidak secara otomatis mengasosiasikan file-file seperti .pkt, .pka, .pkz, dan sebagainya dengan packet tracer.
Masalah yang lain adalah, ketika kita ingin melakukan "open with other application", sayangnya Packet Tracer tidak muncul di entry list.

Solusinya bisa dengan menggunakan file manager seperti thunar, lalu membuat custom command untuk file spesifik, namun ini terlalu sulit. Cara yang lebih sederhana adalah dengan menambahkan  argument -- %u pada baris Exec adalah supaya Packet Tracer tampil di entry list aplikasi.

Nah, sekarang kita sudah bisa menjalankan packet tracer melalui launcher dan tidak kesulitan lagi jika ingin membuka file packet tracer.
Sekian cara instalasi packet tracer di Linux. Jika mengalami kesulitan, jangan sungkan untuk mengisi kolom komentar dibawah ini. ^ ^
Fathur Rizki Saragih

Konfigurasi Dasar VLAN di GNS3

By
VLAN sangat bermanfaat untuk mengelola grup logic yang ada di suatu jaringan seperti, memungkinkan administrator jaringan untuk memindahkan member dari satu grup ke grup lain, mengubahnya, dan menghapus/menambahkannya.
Tulisan saya kali ini akan membahas dasar konfigurasi VLAN (menggunakan GNS3) yaitu, membuat vlan memberikan port akses ke vlan tertentu, mengubah native vlan dan mengkonfigurasi link trunking.

konfigurasi-dasar-vlan-di-gns3
Konfigurasi dasar VLAN di GNS3

Yang pertama, sediakan 6 buah PC, nantinya PC ini akan dibagi 3 menurut vlan masing-masing. Keseluruhan PC berada dalam 1 network, harusnya saling terhubung dan bisa saling ping.
Detailnya sebagai berikut:
- PC1: 172.17.10.21/24
- PC2: 172.17.20.22/24
- PC3: 172.17.20.23/24
- PC4: 172.17.20.24/24
- PC5: 172.17.20.25/24
- PC6: 172.17.20.26/24

Membuat VLAN di Switch Cisco

Terdapat 4 buah VLAN seperti topologi diatas:
- VLAN 10 : ENGINEER
- VLAN 20 : MANAGER
- VLAN 30 : SUPPORT
- VLAN 99 : MANAGEMENT&NATIVE
Secara fisik, PC1 dan PC4 terhubung ke switch yang berbeda. Namun dengan vlan, kedua PC tersebut bisa digolongkan menjadi satu kelompok vlan.

Berikut cara konfigurasi vlan di switch cisco:
ESW1(config)#vlan 10
ESW1(config-vlan)#name ENGINEER
ESW1(config-vlan)#vlan 20
ESW1(config-vlan)#name MANAGER
ESW1(config-vlan)#vlan 30
ESW1(config-vlan)#name SUPPORT
ESW1(config-vlan)#vlan 99
ESW1(config-vlan)#name MANAGEMENT&NATIVE
ESW1(config-vlan)#
ESW1(config-vlan)#exit
ESW1(config)#end   
ESW1#
*Mar  1 00:01:03.775: %SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

Lakukan perintah diatas ke Switch 2 dan Switch 3.
Untuk memverifikasi konfigurasi vlan, gunakan perintah dibawah:
ESW1#show vlan brief
% Ambiguous command:  "show vlan brief"

Catatan: di etherswitch GNS3, tidak ada command show vlan brief karena sebenarnya kita sedang menggunakan router yang di set sebagai ethernet switch.

Gunakan command show vlan-switch untuk memverifikasi vlan yang telah dibuat. Lakukan perintah ini di setiap switch.
ESW1#show vlan-switch

VLAN Name                             Status    Ports
---- -------------------------------- --------- -------------------------------
1    default                          active    Fa1/0, Fa1/1, Fa1/2, Fa1/3
                                                Fa1/4, Fa1/5, Fa1/6, Fa1/7
                                                Fa1/8, Fa1/9, Fa1/10, Fa1/11
                                                Fa1/12, Fa1/13, Fa1/14, Fa1/15
10   ENGINEER                         active  
20   MANAGER                          active  
30   SUPPORT                          active  
99   MANAGEMENT&NATIVE                active  
1002 fddi-default                     act/unsup
1003 token-ring-default               act/unsup
1004 fddinet-default                  act/unsup
1005 trnet-default                    act/unsup

Konfigurasi Access Port VLAN

Selanjutnya kita perlu mengkonfigurasi port sebagai mode access agar dapat digunakan oleh setiap PC diatas.
Lakukan perintah berikut di Switch 2 dan Switch 3:
interface fastEthernet 1/4
switchport mode access
switchport access vlan 10
interface fastEthernet 1/8
switchport mode access
switchport access vlan 20
interface fastEthernet 1/12
switchport mode access
switchport access vlan 30

Sampai disini. Mari kita coba ping dari PC1 ke PC4, atau dari PC1 ke PC2 , gagal. Kenapa?
Karena PC tersebut sudah berada di vlan yang berbeda. Alasan lainnya adalah, perlu dilakukan trunking agar setiap switch bisa meneruskan vlan yang dimilikinya.

Konfigurasi Trunking VLAN

Link antar switch harus di konfigurasi sebagai mode trunk. Lakukan perintah berikut di Switch 1. Disini saya juga mengkonfigurasi agar switch menggunakan VLAN 99 sebagai native vlan.
interface fastEthernet 1/2
switchport mode trunk
switchport trunk native vlan 99
interface fastEthernet 1/3
switchport mode trunk
switchport trunk native vlan 99

Terakhir, lakukan perintah yang sama di Switch 2 dan Switch 3. Pastikan port nya sesuai.
Port trunk membutuhkan beberapa saat memproses konfigurasi dan aktif kembali.
Lakukan ping dari PC1 ke PC4 , harusnya sampai tahap ini sudah berhasil.

Ketika menjalankan perintah diatas di salah 1 switch, kita akan mendapatkan pesan seperti ini :
*Mar  1 00:48:29.907: %CDP-4-NATIVE_VLAN_MISMATCH: Native VLAN mismatch discovered on FastEthernet1/2 (99), with ESW2 FastEthernet1/2 (1).
ESW1(config-if)#
*Mar  1 00:48:39.339: %CDP-4-NATIVE_VLAN_MISMATCH: Native VLAN mismatch discovered on FastEthernet1/3 (99), with ESW3 FastEthernet1/3 (1).
Hal ini karena native vlan yang ada di Switch 1 tidak sesuai dengan Switch 2 dan Switch 3. Namun sampai disini, sesama VLAN sudah bisa saling terhubung.
Untuk mengatasinya, cukup konfigurasi native vlan di switch 2 dan switch 3.
Terakhir, konfigurasi trunking dan native vlan dengan perintah "show interfaces fastEthernet x/x switchport “.

Sedikit tentang Native Vlan

Diatas tidak saya tidak mengkonfigurasi switchport trunk allowed add vlan x, x, x, tetapi hanya switchport mode trunk. Artinya disini, switch akan melewatkan semua vlan yang ada di lokalnya (vlan tetangga engga ikutan),. Namun karena native vlan tidak mendukung 802.1Q atau VLAN tagging, maka perlu mengkonfigurasi  vlan 99 sebagai native vlan. Defaultnya adalah vlan 1, bisa di verifikasi dengan perintah show interface x/x switchport atau show interfaces trunk.

Semoga bermanfaat.
Mohon dikoreksi kalau ada yang salah.

Cara mensimulasikan switch cisco di GNS3 dapat dilihat disini.

Fathur Rizki Saragih

8 Tips Menjalani Masa Probation Kerja

By
Masa percobaan atau dikenal sebagai masa probation kerja menjadi tahap yang harus dilalui seorang calon karyawan sebelum diangkat menjadi karyawan tetap.

Yah, karyawan tetap.

Hal ini ada di perjanjian waktu tidak tertentu atau PKWTT. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang no.12 tahun 2003, pasal 60 ayat 1 dan 2, yaitu perjanjian kerja waktu tidak tertentu 'dapat' mensyaratkan masa percobaan 'paling lama' 3 bulan, dan selama masa percobaan tersebut pengusaha dilarang membayar upah dibawah upah minimum yang berlaku.

Perjanjian kerja ini sengaja saya bahas diawal karena berdasarkan pengalaman, saya maupun teman-teman ada pernah mendapati tawaran kerja kontrak dengan syarat percobaan kerja.

Tentunya hal itu bertentangan dengan undang-undang PKWT (perjanjian kerja waktu tertentu/ karyawan kontrak).

Karyawan kontrak tidak boleh diberlakukan masa percobaan, hal ini diatur dalam Undang-Undang No.13 tahun 2003 pas 58. Isi ayat tersebut diantaranya adalah: tidak dapat mensyaratkan masa percobaan kerja. Jika masa percobaan kerja disyaratkan, maka perjanjian tersebut batal demi hukum.

Nah, itulah sekilas tentang masa percobaan atau masa probation kerja.

Tips Sukses Menjalani Masa Probation Kerja

Sukses Menjalani Masa Percobaan Kerja (Probation Period)

Sebelumnya, kita perlu mengetahui bahwa setidaknya ada 2 tipe calon karyawan pada masa probation kerja:
  1. Karyawan Antusias
    Sejak mengirimkan lamaran ke perusahaan, karyawan ini sudah mencari tau informasi perusahaan, visi misi, dan struktur kerjanya. Sehingga karyawan ini relatif lebih mudah melewati masa probation.
  2. Karyawan Umum
    Karyawan ini biasanya seperti kebanyakan karyawan pada umumnya, biasa-biasa saja memahami seluk beluk perusahaan.
Baiklah…
Kemudian ada 2 hal yang perlu diketahui oleh karyawan ketika menjalani masa probation:

1. Pahami Kontrak Perjanjian Probation

Hal perlu dipahami pertama kali adalah isi perjanjian kerja. Perjanjian kerja disini dapat berbentuk lisan maupun tulisan. Pahami seluruh ketentuan yang ada, mulai dari jam kerja, lembur, dress code, hingga kompensasi serta sanksi-sanksi yang diterapkan. Walaupun sebagian besar inti-nya sama, hal ini sangat perlu untuk dipahami terutama bagi karyawan yang baru memulai pekerjaan pertamanya.

2. Pahami (lagi) Maksud dan Tujuan Masa Probation

Alasan klasik-nya, pihak perusahaan menjadikan 3 bulan ini untuk melihat dan menilai kecakapan calon karyawan. Menurut saya pribadi, ini waktu yang lebih dari cukup. 
Cukup untuk alasan klasik tersebut. Rasa-rasanya, 1 bulan saja sudah cukup melihat apakah calon karyawan tersebut layak/tidak diterima sebagai karyawan tetap. 
Tapi…
Masa probation itu bukanlah kebutuhan perusahaan saja, namun juga kebutuhan karyawan. Masa probation mustinya juga dimanfaatkan oleh karyawan untuk melihat kecocokan dirinya dengan perusahaan.


Berikut tips-tips yang dapat dilakukan agar lolos probation kerja:

3. Jadilah Karyawan Antusias

Seperti saya katakan diawal, karyawan antusias biasanya melamar perusahaan atas latar belakang kecocokan visi dan misinya dengan perusahaan. Sehingga dia benar-benar ingin mengembangkan perusahaan tersebut. 
Maka jadiah karyawan yang antusias.
Produktivitas karyawan antusias tentu berbeda dengan karyawan lain yang hanya menyelesaikan day to day operation tanpa memandang jauh perkembangan perusahaan.

4. Disiplin Waktu

Sekalipun perusahaan tidak mewajibkan absensi, disiplin waktu wajib hukumnya. Karena di masa probation ini calon karyawan harus lebih banyak belajar tentang pekerjaan barunya. Bukan berarti setelah lolos dari masa probation, bisa seenaknya telat ngantor. Atau disiplin waktu hanya semata-mata mencari perhatian atasan.
Sekali lagi, masa probation juga kesempatan karyawan, jangan sia-siakan kesempatan ini dengan kebiasaan telat ngantor.

5. Gunakan Pakaian yang Tepat

Jangan pernah 'salah kostum' saat masa probation. Sebenarnya, pakaian adalah masalah umum yang tidak spesifik pada hal probation kerja.
Banyak karyawan yang tidak begitu peduli masalah penampilan, terutama kaum laki yang bekerja di bagian teknis. Bagi mereka yang menganggap pekerjaannya adalah 'pekerjaan kasar' tidak menuntut untuk tampil rapi. Sebaliknya, kaum perempuan lebih sering over making tentang pakaian, dengan busana super mini dan seksi.
Intinya adalah, berpakaian tepat, rapi dan sopan, akan menunjukkan bahwa kita menghargai posisi dan pekerjaan kita, juga perusahaan. Pakaian juga berpengaruh pada attitude seseorang.

6. Kenali Rekan Kerja yang Baru

Apapun profesinya, dimanapun pekerjaannya, setiap karyawan membutuhkan rekan kerja. Biasanya ketika mulai bekerja, kita diperkenalkan kepada orang-orang yang akan menjadi rekan kerja. Walau begitu kita juga harus mengenali mereka lebih dalam. 
Pastikan orang-orang yang kita kenal bertambah setiap harinya. Hal ini akan memudahkan pekerjaan nantinya.
Caranya sederhana, jangan malu bertanya, jangan segan-segan untuk menghubungi mereka. Biasakan untuk rendah hati, dan senyum. Ini akan menjadikan kita sebagai pribadi yang ramah.


7. Temukan Teman Sharing

Teman sharing disini tentunya adalah karyawan yang sudah terlebih dahulu bekerja dan sudah diangkat jadi karyawan tetap, pastikan spesialisasinya sama dengan kita. Meskipun kita sudah ahli di bidang pekerjaan yang kita geluti, kita juga harus share dengan mereka.
Tujuannya, agar kita mengerti ritme kerjanya, bagaimana sistem deadline, dan prosedur yang lainnya Sehingga kita dapat menyesuaikan, apakah ritme kita terlalu lambat atau cepat, semuanya akan bermanfaat dan bisa dijadikan bahan perbaikan nantinya.

8. Selesaikan Tanggung Jawab, dan Jangan Mengeluh

Pekerjaan baru, kantor baru, rekan-rekan kerja baru, tentunya tidak akan sama dengan pekerjaan yang sebelumnya. Ada kelebihan dan ada kekurangan. Kerjakan saja apa yang menjadi tanggung jawab kita dan jangan mengeluh.
Maksudnya..
..sekalipun ada hal-hal yang menurut kita masih kurang cocok, lebih baik jangan terlalu cepat dikatakan dengan frontal, biasanya hal ini bisa mengurangi kredibilitas kita sebagai karyawan baru. Sebaliknya, hal ini juga bisa menjadi sangat bermanfaat jika ide yang kita sampaikan benar-benar cerdas.
Jalan tengahnya adalah, simpan semua keluhan, analisisis permasalahan yang ada, dan tentukan solusinya. Karena di akhir masa probation kita akan di-review kembali dengan team rekrutmen, ini adalah waktu yang tepat untuk menyampaikan semua hal tersebut.


Hal-Hal Lain Seputar Probation Kerja

  • Percobaan kerja hanya boleh diberlakukan kepada karyawan tetap, didalam perjanjian kerja waktu tidak tertentu
  • Sebaliknya, jika percobaan kerja disyaratkan kepada karyawan kontrak, maka perjanjian kerja batal demi hukum (lihat pasal 58 Undang Undang No.13 tahun 2003)
  • Selambat-lambatnya masa percobaan kerja adalah 3 bulan, jika lebih dari itu tanpa pemberitahuan pengangkatan oleh perusahaan, maka demi hukum pekerja diangkat menjadi karyawan tetap.
Karena masa probation sifatnya tidak wajib, ada juga perusahaan yang tidak menerapkan kebijakan ini. 

Namun lebih banyak perusahan memilih mensyaratkan masa probation, agar mereka benar-benar dapat menilai kelayakan calon karyawan itu sendiri. Begitu juga sebaliknya.

Calon karyawan berkesempatan untuk mencari kecocokan terhadap pekerjaan barunya. Jadi, mustinya seorang karyawan memanfaatkan dan menikmati masa probation sebagai kesempatan, apakah dia cocok bekerja di perusahaan tersebut, atau tidak.
Mestinya calon karyawan menunjukkan hasil kerjanya semaksimal mungkin saat masa probation, hal ini sangat timpang, mengingat zaman sekarang, sedikit sekali perusahaan yang berani menarik karyawannya sebagai karyawan tetap.
Back to top