Saya kepikiran banget awalnya "se tersiksa apa ya kalau nanti nyoba berhenti merokok", dan ya saya temukan jawabannya, ga mati kok. Iya, masih hidup. Aman aja, bisa kok berhenti merokok. Penasaran gimana tips nya?
Di tulisan sebelumnya saya sudah bercerita gimana caranya saya bisa berhenti merokok.
Sudah Setahun Berhenti Merokok
Tepatnya lebih dari setahun saya sudah berhenti merokok, yaitu 1 tahun 2 bulan, dimulai tepat sejak tanggal 18 Agustus 2025 tahun lalu. Saya inget karena ada notes nya di intervals.icu, hehe.
Berhenti Merokok Ga Bikin Lari Jadi Lebih Kenceng
Ini yang terjadi pada saya. Artinya kasus tiap orang berbeda. Saya gagal menjaga berat badan, naiknya tembus ~10kg. Nafsu makan meningkat terutama cemilannya. Padahal kalau di performa lari, berat badan jauh lebih berpengaruh dibanding soal merokok atau tidaknya.
Performa lari saya, turun drastis. Kalau di tahun lalu range pace easy ada di sekitar 6:30 - 7:10, sekarang ada di kisaran 7:00 - 7:40. Jika dinilai secara effort atau feel ya. Di bawah saya tampilkan tangkapan hasil lari hari ini dibanding setahun lalu.
Yah walaupun engga apple to apple karena menu latihannya berbeda. Tapi secara effort saya akui keduanya berdekatan. Beberapa screenshot yang lainnya suka saya upload di channel Telegram, atau ayo silakan follow saya di Strava. haha
Berhenti Merokok Lebih Nikmat
Saya akui, merokok itu nikmat sekali. Namun berhenti merokok jauh lebih nikmat. Seperti nikmat merokok yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, begitu juga nikmat berhenti merokok pun, sulit diungkapkan dengan kata-kata. Hehe, cius. Ga bohong.
Yuk, berhenti merokok. Kita jalani hidup yang jauh lebih nikmat.


0 comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan bijak