Kita Punya 1001 Alasan Untuk Tidak Pacaran, Tertarik?
fathurhoho

Kita Punya 1001 Alasan Untuk Tidak Pacaran, Tertarik?

Published by:
tolak-pacaran


Sebenarnya saya bingung mau memulai tulisan ini darimana.
Sebelumnya saya mohon maaf.

Tulisan ini sama sekali tidak bertujuan untuk menyudutkan kalian yang tengah berpacaran.
Bukan juga bermaksud untuk menyombongkan diri, bukan untuk menganggap diri lebih suci dan lebih baik.

Bermula dari pertanyaan “Mas Fathur kenapa 'ga pacaran?”.

Dalam hati saya membatin
“Iya ya, apa alasan saya memilih tidak berpacaran? Serius hampir aja saya lupa kenapa. Padahal masih 2 tahun saya menyandang status jomblo. Itu pun belum jomblo dalam arti yang sebenarnya.”

Kumpulan anak muda manapun kalau ngobrol pasti sering lah bahas pacar. Sudah biasa kan?

Beberapa hari lalu, pertanyaan itu datang dari teman-teman (baca: ciwi2) di kantor.
Entah mereka serius bertanya atau hanya basa-basi saja, mengingat saya masih karyawan baru dan belum terlalu terbuka. Tapi yang pasti pertanyaan itu buat saya spontan seperti lupa ingatan.

Sepulang kantor saya masih kepikiran, ga terasa sudah cukup lama Allah memudahkan langkah ini untuk tetap istiqamah menjaga diri.

Proses pertemanan itu kan kira-kira begini → tatap muka → saling berkenalan → tanya jawab → akrab.
Nah 'tanya jawab' nya itu yang mungkin jadi masalah, ntar kalo ada teman baru, terus nanya-nanya pacar lagi, saya harus jawab apa ya.

Saya butuh jawaban yang singkat, padat, dan tepat.



Ada…

Jawabannya… Pacaran itu dilarang!
"Wa la taqrabu al-zina". Seperti dikatakan di surah Al Isra ayat 32.

Ayat tersebut hampir selalu tampil dalam kajian pacaran.
Sayangnya..
tidak semua orang tersentuh hatinya.
Entah karena mereka tidak mau membuka diri menerima aturan, atau memang cara penyampaiannya yang kurang mengena hati.

Wallahu a'lam.



Dibawah akan saya paparkan beragam alasan kenapa saya, eh bukan cuma saya, tapi kamu, dia, dan kita tidak butuh pacaran.

1. Sudah Pernah Pacaran

Sama seperti sahabat-sahabat kebanyakan, saya juga pernah berpacaran, sejak SMP.
Dari yang namanya cinta monyet, cinta kambing, cinta sapi, cinta lucu-lucuan, dan akhirnya terjebak dalam cinta fatamorgana. Hehe

Berapa mantannya?
Cukuplah. Cukup untuk memenuhi kriteria berpacaran yang ada.

Emang apa aja kriteria pacaran?
Gatau juga saya. Kan ada pacaran backstreet, pacaran facebook, pacaran skype, pacaran rasa nikah, pacaran islami, banyak. Anak muda sekarang lah yang menciptakan semua itu, termasuk saya (dulu).


Saya cuma membedakan jenis pacaran jadi 2:

  1. Pacaran Ecek-Ecek
  2. Pacaran Serius

Yang pertama tidak saya bahas, lha itu cuma kisah cinta monyet.
Begini..

Saya kan memang tidak tergolong jelek-jelek amat (??), paling tidak saya bisalah menaklukkan hati wanita dengan wajah dan fisik yang tidak seberapa ini.
Bahkan saya merasa ada kemudahan untuk menggaet beberapa wanita dalam waktu bersamaan. Bisa jadi punya pacar 2 sampai 5 sekaligus dalam satu waktu, wedeeeewww..
Dan ga ada yang diseriusin.

Halah, dulu loh ini, waktu masih alay alay.
(Please jangan ditiru).


Dulu juga.
Saya punya pacar (yang ini serius), kami berkenalan sejak SMA.

Diantara semua ciwi-ciwi yang ada, dia menempati ruang yang istimewa di hati nan labil ini. Karena, cuma dia yang kuat luar biasa nerima segala 'kebrengsekan' saya, saya yang dulu dituduh 'playboy', banyak mantannya, bolak-balik selingkuh sama ciwi-ciwi lain, tapi dia tetep setia. Warbyasah.

Ketika SMA, saya suka nongkrong sana sini, nge-gahol sana sini, akrab hampir ke seluruh jenis pertemanan, dari temen-temen yang jahat-jahat, sampai yang baik-baik...
(sombong amat),
...yah tapi benar begitu adanya.

Karena saya cinta dan sayang sepenuh hati, dia selalu saya ajak bergabung ke temen yang baik-baik aja. Kebetulan saya saat itu aktif di kegiatan Rohis, disetiap kesempatan saya berusaha melibatkan dia, walaupun kami beda sekolah.


Dengan segala harapan yang ada, komitmen yang matang, kami berharap akan terus bersama, hanya maut yang boleh memisahkan. Mantapp..

Tiba masa kuliah, kami harus dipisahkan oleh jarak, antara Bogor dan Bandung.
Nah, dari sinilah penyesalan itu mulai berdatangan.
Saya yang udah benar-benar serius (hatinya aja, kelakuannya belum).

Tapi serius, saya bertekad menghilangkan kebiasaan 'bebas gaul' dan pengen fokus kuliah. Percaya ga percaya, ini nyata.
Minimal, ketika kuliah saya gak lagi melirik perempuan kanan kiri (tapi tetap aja masih ada beberapa mantan yang belum lepas sepenuhnya) tragiss..

Namun akhirnya harus merelakan dia berpindah ke pelukan orang lain.
Entah karena saya yang masih belum bisa berhenti komunikasi sama mantan, atau saya yang emang ga romantis (saya ga rajin ng-sms, nelfon pacar, maless).
Lebih tepatnya, karena mantan saya itu cantik, pasti banyak laki-laki yang lebih daripada saya berusaha meluluhkan hatinya. Akhirnya kami pun putus.

Selesai....


Sampai disini, saya menyesal.
Menyesal untuk serius pacaran.

Tapi saya masih belum sadar kalau pacaran itu memang perbuatan yang terlarang.

Cerita diatas sama sekali tidak bermaksud untuk merendahkan saya dan dia.
Berharap semoga bisa menjadi awal tulisan ini.
Bismillah, kita mulai lebih serius.

2. Pacaran Serius? Ga Ada Yang Perlu Diseriusin Dari Pacaran, Serius Ini Serius.

Kira-kira begini naskahnya kan:

“Butet...
sejak pertama kita berkenalan, Anton rasakan jantung ini berdegup kencang sekali, rasanya Butet-lah separuh nafas Anton yang telah lama hilang.
Anton merasa dunia ini indah sekali saat Butet ada disamping Anton.
Pertemanan kita selama ini membuat Anton semakin yakin kalau Butet lah pasangan hidup Anton kelak, dunia akherat.
Butet,...
jadilah kekasih Anton, tanpamu aku rapuh, tanpamu aku tanpa nyawa, kaulah hidup dan matiku.
I love you….”


Apa boleh hati Butet yang juga menyimpan rasa yang sama, mampu menolak kata-kata romantis sedunia dari Anton. Butet pun menerima Anton jadi kekasihnya.

“Ya bang Anton, dek Butet mau jadi kekasih bang Anton.
I love you too”.


Begitu kan ya?
Saya kasitau ya…

Pacaran itu adalah hubungan yang tidak terdefinisikan, GA JELAS statusnya.

“Ya, aku siap jadi pacar kamu”.
Apa yang istimewa dari kalimat ini? Deg-deg an kan ngomongnya, iya saya tau.

Tapi inget,
Kalimat itu ga ada artinya sama sekali.
Mungkin kalian anggap itu kalimat penerimaan yang resmi, dunia menjadi saksi atas cinta kalian berdua.
Helooo…. hayuk dipikirin deh, atas dasar apa?
Cinta?
Ah gomballl...


Mau kalian jadian di atas gunung, di restoran mewah, di pinggir pantai, dipinggiran jalan, di warung pempek, tetap aja belum sah.
Mau orang tua udah setuju, mau seluruh kampus udah tau kalian pacaran, mau seluruh umat di media sosial udah tau kalian pacaran, tetap aja kalian itu belum ada ikatan.


Sahabatku..
Kamu yang hari ini selalu diperhatikan tiap waktu sama pacarnya, ditemenin kemana-mana, dijagain siang malam, apapun yang kalian anggap bahwa hubungan kalian benar-benar serius.

Serius, ga ada yang layak diseriusin dari pacaran.

Kenapa?
Karena belum sah, ga ada jaminan kalian akan tetap memegang komitmen.
Bisa saja dia atau kamu yang ingkar janji dan pergi sewaktu-waktu. Siapa aja bebas untuk pergi dan meninggalkan. Ga ada hukum yang berlaku atas status yang kalian buat-buat itu.
Hehe, maaf, tapi begitulah sebenarnya.

Yuk coba dipikirin dulu.
Belum setuju?
Gapapa, mari kita lanjut lagi.


3. Pacaran Ga Serius? Ga Takut Kualat Emang?

Saya berani jamin, mana ada pasangan pacar yang mau dikatakan kalau hubungan pacaran mereka ga serius.
Tapi,,
Saya kasitau yaaa... bisa jadi, dan kemungkinan besar akan terjadi.
Dalam hati salah satunya bisa aja ga serius, kita ga tau. Mau perempuan, mau laki-laki, sama aja.
Bisa saja di awal serius, kedepannya engga, inget, ga ada jaminan. Ga ada hak ngatur-ngatur hati orang. Iya ga sih?

Kawan..

Kamu yang hari ini sedang asik-asiknya ngedeketin perempuan kanan kiri, saya tau, asik rasanya. Berasa dengan mudah kita memutar-mutar hati perempuan, membuat mereka berharap, gantungin, lalu hancur leburkan.
Begitu juga sebaliknya.

Tapi.. ga ada kebahagiaan yang hakiki dari kelakuan ini.
Lambat laun kamu akan membutuhkan keseriusan yang sebenarnya, akan sulit rasanya untuk kamu benar-benar belajar rasa sayang yang sebenarnya, hatimu terlanjur mengeras, akan sulit untuk mengalah.
Pasanganmu akan tersiksa, hidupmu akan berantakan.


Usia remaja – dewasa, manusia mulai melirik dan tertarik dengan lawan jenis mereka.
Mulai sibuk mencari jati diri, ada perasaan ingin saling mengenal, mulai membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari lawan jenis.

Dalam hal ini, perempuan lebih sensitif perasaannya, mereka itu 'perasa' yang kuat.
Hanya dari kata-kata, gaya rambut, gaya pakaian, gaya berbicara, semuanya bisa saja jadi poin ketertarikan mereka. Meski cenderung diam, hatinya lebih mudah digoyah.



Baiklah, seperti itu kira-kira awal dari tulisan ini.

Lah, yang tadi kan udah awal.
Tadi awalnya becanda, sekarang ini awal untuk serius. Dan kali ini saya mau serius berbagi pengalaman.

Sebelum memanjang, saya buat dulu rangkuman dari pembahasan ini.

Pacaran itu dilarang.

Sebab dengan pacaran (memadu kasih dengan lawan jenis yang belum sah), itu adalah zina. Melangkah untuk berpacaran berarti mendekati zina, kalau berpacaran berarti berzina. Zina itu haram hukumnya.

Jadi, pacaran itu haram.

Setuju gak?
Sampai disini, setidaknya ada 3 kriteria pembaca:
  1. Pembaca yang setuju dan faham kalau pacaran itu haram,  masih penasaran hingga lanjut membaca tulisan ini.
  2. Pembaca yang sudah 'eneg' deluan karena kata-kata 'haram dan zina' yang saya lontarkan di awal tulisan sehingga meninggalkan artikel ini. 
  3. Pembaca yang belum sepenuhnya setuju kalau pacaran itu perbuatan terlarang, semoga Allah menjagamu.

Gapapa, mari kita diskusikan.

Pacaran Itu Ghaib, Horor

Nah yang ini menurut saya ya.
Entah siapa yang menciptakan istilah pacaran ini, yang pasti saya masih 'takut' ngedengarnya.

Silahkan bilang saya melankolis, saya cengeng.
Tapi bantu saya ngertiin, kenapa bisa hal yang udah jelas-jelas dilarang, sekarang jadi 'wajar'.
Dan bahkan pacaran sekarang menjadi status yang dibanggakan oleh beberapa orang?

Kenapa bisa? Serem kan, siapa biang keroknya ini?

Perumpamaan Pacaran Menurut Saya

Sahabatku, saya mohon maaf.

Kalau saya boleh katakan secara frontal.
Kalian tau kan, semua agama mengharamkan babi untuk dimakan. Kalau sekarang, orang-orang makan babi pasti sembunyi-sembunyi.

Bayangkan,
"Kalian hidup dimana orang-orang lalu lalang sambil makan babi, dengan segala bentuk kemasannya yang menarik lah pasti biar ga keliatan 'babi' nya banget.
Dan.. mereka bangga makan babi. Gatau kenapa, pokoknya bangga.”.

Saya boleh buat analogi begitu kah?

Saya pernah ada di masa-masa pacaran masih menjadi aib bagi sebagian orang, mereka masih ada yang sembunyi-sembunyi untuk pacaran.
Tapi sekarang, saya, kamu, dan kita telah hidup dizaman pacaran bukanlah lagi hal yang memalukan, bahkan membanggakan.

Iya, membanggakan.

Saudaraku..
Dibawah ada semua penjelasannya, saya harap kamu meluangkan waktu untuk membacanya.
Kalau ga sempat, kamu bisa save atau bookmark halaman ini, kembalilah lain waktu.


4. Karena Laki-Laki Tidak Boleh Lemah, Harus Tangkas Hindari Fitnah

Laki-laki sudah ditakdirkan menjadi pemimpin keluarga. Pemimpin umat.
Kamu yang berfikir status berkeluarga masih lama lagi, hati-hati, jangan terlena.
Kelalaian bisa saja membuatmu berkeluarga lebih cepat daripada yang lain? Ngerti?

Ngomong-ngomong...
Pernah dengar “Ma taraktu ba'di fitnatan adhorro 'ala ar rijaal min nisaa?"
Hadist Bukhari: 5096 dan Muslim: 2740.
Artinya, “Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.”


Kalau kamu cari arti fitnah di kamus bahasa arab, pasti artinya “namimah” , dan namimah itu artinya tuduhan.
Saya coba luruskan, fitnah disini artinya bukan sekedar fitnah yang sering kita dengar seperti “fitnah lebih kejam daripada pembunuhan”.
Bukan sekedar fitnah yang berarti mengubah fakta seperti kata kamus diatas.

Banyak artinya: diantaranya cobaan dan ujian, siksa, syirik dan kekufuran, samarnya kebatilan.
Naudzubillah…


Jadi, di hadist tersebut Rasulullah berpesan dan mengingatkan kita terutama kaum laki-laki, bahwa wanita adalah fitnah yang terbesar. Tidak sekedar tuduhan, tidak sekedar namimah.


Kawanku..
Hadist diatas tidak berlebihan, sudah jelas buktinya.
Banyak riwayat yang menceritakan seorang laki-laki (tahfidz sekalipun) tergoyah imannya karena tidak kuat akan fitnah wanita.

Kalau sekarang, berapa banyak kaum Ayah yang terjebak akan tajamnya fitnah wanita, suami-suami yang selingkuh, pejabat-pejabat yang korupsi, anak-anak yang rusak masa remaja nya karena wanita.
Kira-kira berapa banyak?

Banyaklah pokoknya kan, ahh segala bukti sudah ada.

Betapa banyak orang waras yang akhirnya menjadi gila gara-gara wanita, bahkan sampai nekad membunuh.
Naudzubillah..


Kamu mau bernasib seperti itu?

Sekarang, siapkah kita sebagai laki-laki untuk membentengi diri dari fitnah wanita?
Harus siap!
Dan saya yakin kita pasti bisa. Ingat loh, sekarang, ga nanti, ga besok, ga tahun depan.
Sedikit motivasi, kita bisa kaji sedikit keteguhan Nabi Yusuf menolak godaan fitnah Zulaikha (Surah Yusuf: 24).

Di ayat tersebut dikatakan, antara Zulaikha dan Nabi Yusuf sebelumnya berpeluang besar untuk terjebak dalam fitnah, namun karena ketakwaan Nabi Yusuf, Allah palingkan mereka dari kekejian dan kemungkaran.

Jadi jawabannya adalah, bertakwa kepada Allah. Bagaimana caranya?
Cara yang pertama, jangan pacaran.

Mau nawar?

Mari… dibawah saya berikan penawaran.


5. Saudariku, Jangan Mau Dianggap Lemah!

Mungkin kalian sering mendengar bahwa dikatakan “Wanita adalah orang yang lemah”.
Bahkan beberapa orang berfikir Islam itu tidak adil dalam memberikan kedudukan terhadap wanita.

Tidak begitu adanya.
Sedikit saya coba meluruskan.

Wanita itu lemah berdasarkan 2 hal: yaitu akal dan agamanya.

  1. Yang dimaksud dengan lemah akal, karena kesaksian wanita itu masih setengah dari kesaksian laki-laki. Wanita tidak bisa bersaksi sendirian, lebih lanjut kalian bisa diskusikan ayat berikut ke orang yang lebih mengerti. Surah Al-Baqarah ayat 282.
  2. Yang kedua adalah lemah agamanya, dikarenakan wanita punya masa haid /nifas. Jadi untuk periode tersebut, mereka boleh meninggalkan shalat dan puasanya.

Andaikata mereka diwajibkan mengganti puasa dan shalatnya yang tertinggal karena halangan tersebut, butuh waktu yang lama pasti. Karena halangan bisa sampai berminggu.

Tapi Allah memudahkan itu buat mereka.

Memang benar, wanita adalah insan yang lemah (dalam 2 hal tersebut), namun islam tidak melemahkan wanita…
Justru wanita memiliki beragam keistimewaan, dan mereka adalah sebaik-baiknya perhiasan.

Sebentar, bukan ini yang ingin saya bahas secara mendalam.

A. Karena Salah Paham, Wanita Udah Ngerasa Lemah Deluan

Saya merasa khawatir atas kebanyakan wanita yang sekarang 'sesat pikir' akan mindset wanita karena dikatakan lemah.

Dampaknya..
Banyak wanita yang merasa 'terlanjur lemah' sehingga ngerasa haus dahaga, butuh kasih sayang dari orang-orang, termasuk dari lawan jenis mereka yang belum halal.

Ingat dan camkan. Saudariku,

Kalian itu ga lemah.
Ga ada orang yang lemah ataupun di lemahkan, jangan cengeng, jangan layu.
Wanita memiliki kedudukan yang istimewa di kehidupan ini.

B. Makanya, Mindsetnya Melemah dan Cintanya Jadi Murahan

Dalam menyikapi pacaran, kita memang harus sedikit idealis. Terutama kalian para wanita.
Berpikir dirinya lemah, membuat wanita itu jadi cengeng, rapuh, gampang dicampakkan.

Wanita yang menganggap dirinya lemah, sudah pasti Indeks Harga Dirinya akan menurun.
Contohnya, banyak dari wanita yang mudah saja membiarkan auratnya terbuka, menjadi santapan gratis mata-mata laki-laki.

Karena lemah..
Dan butuh pegangan…
Wanita malah mengumbar-umbar auratnya, berharap ada laki-laki yang mendekat, dan menjadi pelindungnya.

Hmmm, ini sesat paham.
Yang ada laki-laki itu bukan malah ngelindungin, percaya dah.


Saudariku,..
Sebenarnya itu hak kamu mau tampil seperti apa, mau pakai pakaian apa, mau berkelakuan apa, itu tanggung jawabmu dan Ayahmu kepada sang khalik.

Tapi, saya sebagai laki-laki rasanya ingin sekali berpesan.
Kalian adalah ujian yang paling berat bagi kami, satu dua langkah dimanapun saya berada, pandangan ini ga pernah lepas dari yang namanya menatap aurat.

Kalian berikan itu secara gratis?


Jujur, bukan sok suci, tapi kami risih.
Saya berasal dari desa kecil di pinggiran Pematangsiantar, disana dulunya anak-anak muda yang suka pakai kaus kutang (singlet), suka di cemooh warga.
Apalagi kalau ada anak gadis yang suka pakai tangtop, mereka pasti dikucilkan.

Tapi sekarang..
Kenapa kalian malah berlomba-lomba mengumbar aurat? Bahkan ngepublish nya di media sosial? Apa yang kalian cari?

Kenapa bisa seperti itu? Kehasut bintang sinetron?
Silahkan dijawab di dalam hati..

Lantas, apa masalah nya thur? Suka-suka kami dong!

Heem, iya, suka-suka kalian memang. Saya ga ada hak melarang.
Tapi..
Faktanya wanita yang berpenampilan seperti itulah berpeluang besar untuk dilecehkan laki-laki. Mulai dari di siulin di jalan, di colek di jalan, sampai amit amit, di perkosa.

Bener ga sih?

Pacaran juga termasuk pelecehan. Pelecehan martabat, pelecehan hak, pelecehan norma-norma kesopanan, pelecehan.. banyak.
Nantinya kamu akan bisa menyimpulkan sendiri.

Saudariku..
Wanita itu punya potensi yang besar sekali untuk menggoda dan membinasakan laki-laki yang kuat dan perkasa.

Atau jangan-jangan memang ini salah satu kegemaran kalian?
Wallahua'lam.


6. Pacaran Hanya Permainan Nafsu

Apapun alasan orang-orang yang pacaran, saya percaya hampir keseluruhan mereka itu termakan nafsu belaka.
Serius ini serius.

Alih-alih pacaran sudah janji di kertas, terus di publish ke facebook. Atau buat video romantis, pake naskah-naskah pemerkosa hati, terus di upload ke youtube, berharap masyarakat menjadi saksi kalau mereka sudah membuat janji yang suci.

Halah halah… bohong.


Yaah, sama seperti penjelasan di awal, ga ada jaminan orang pacaran harus setia.
Kalau di telaah, kenapa mereka bisa se'kontras' itu mengekspresikan cinta, itu karena keduanya sudah lenyap dalam dekapan nafsu.

Mereka benar-benar hilang kendali atas diri mereka, sudah ada pihak-pihak lain yang turut ikut campur.

Siapa mereka???

S.e.t.a.n .... dan keluarganya. Termasuk dari golongan jin dan manusia.


Hampir mirip dengan kisahnya Nabi Adam yang diceritakan dalam Alquran.
Kalian mungkin sudah pernah mendengar.

Ketika Allah memerintahkan nabi Adam dan istrinya untuk menempati surga, mereka diingatkan agar tidak mendekati sebuah pohon (pohon khuldi).
Tidak banyak yang saya ketahui dari kisah ini, selanjutnya kamu bisa diskusikan surah Al-Baqarah ayat 35 dan surah Al-A'raf ayat 20 ke orang yang lebih paham.


Singkatnya..
Syetan menggoda mereka agar mendekati pohon khuldi tersebut, dengan aling-aling agar mereka kekal di Surga. Inilah jelinya setan dalam menggoda manusia.

Bagaimana dengan mereka yang berpacaran?
Sama aja. Coba lihatlah...
Seberapa hebatnya gaya orang yang berpacaran sekarang?
Semuanya bisa mereka lakukan. Kalau kalian liat tayangan televisi, maka hubungan orang berpacaranlah yang menjadi simbol kemesraan di negeri ini.

Itu juga cara setan.
.. dan inilah bukti nyata dari samarnya kebatilan.

Sementara disamping itu setan terus tertawa terbahak-bahak karena sudah banyak sekali manusia yang berhasil mereka hasut.

Tidak cukup sampai disitu, orang yang berpacaran akan terus terjerumus nafsu, sampai segitu hebatnya membuat kata-kata romantis, membuat kisah-kisah mendalam dengan pacarnya, dan kemudian mulailah digoda dengan berpegangan tangan, pelukan, ciuman, naudzubillah. belum sah..


Saudaraku,
Beberapa point diatas kiranya bisa menjadi alasan kenapa kita tidak boleh pacaran, kita tidak harus pacaran, dan kita tidak butuh pacaran.

Sekali lagi, Kita tidak butuh pacaran.

Saya yakin, jika kamu memulai membaca tulisan ini dengan rendah hati, tanpa memandang siapa saya, niat karena Allah, niat karena sayang akan kehormatan diri sendiri, InsyaAllah kamu akan setuju dengan apa yang saya paparkan disini.

Rangkumannya:

  1. Mendekati zina itu dilarang, zina itu haram hukumnya. Pacaran termasuk perbuatan mendekati zina dan pasti zina.
    Mustahil engga. Jadi, pacaran itu haram.
  2. Pacaran itu hanya budaya 'ghoib' yang gatau asal muasalnya darimana, masihkah kita mau ikut-ikutan hal yang gajelas?
  3. Pacaran itu aib yang memalukan, sama sekali tidak membanggakan. Patutnya kita malu berpacaran. Mereka yang berpacaran berarti mereka sudah masuk kedalam gemerlapnya nafsu setan.
  4. Pacaran banyak mudharatnya, banyak efek buruknya, dan sama sekali tidak ada manfaatnya.

Ga setuju?
Saya akan sangat senang sekali kalau kamu mau berbagi manfaat pacaran, silahkan kalau kamu berkenan, kamu bisa kasitau saya manfaat pacaran lewat form kontak di blog ini.

Selanjutnya, saya akan jelaskan kenapa pacaran itu tidak ada manfaatnya.
Beberapa point berikut juga lah yang menjadi inti jawaban kenapa saya berhenti berpacaran.

InsyaAllah saya juga akan berbagi beberapa tips yang saya ketahui agar kita mampu menjaga diri dari pacaran.
Buat kamu yang ingin istiqamah menjaga diri, yuk mari lanjutkan...


7. Kalau Tidak Pacaran, Gimana Bisa Saling Mengenal?

Ada juga yang sering bertanya seperti ini kepada saya “Kalau mas fathur ga pacaran, gimana bisa mau kenal pasangannya?”.
Untuk beberapa orang, metode mengenal pasangan lewat ta'aruf itu terdengar sangat aneh, mereka menganggap ini terlalu jadul dan kaku.

Awalnya juga saya berfikir sama. Bagaimana caranya saya bisa mengenal calon pasangan saya kalau musti ta'aruf yang konon katanya segala serba dibatasin, ngobrol dibatasin, ketemu dibatasin, sms ga boleh, telfon ga boleh, semua-semuanya serba terbatas.

Jadi, untuk sahabat-sahabat yang masih merasa jalan ta'aruf itu belum bisa memberikan solusi...

Tidak mengapa, kita akan bahas secara seimbang.


Kita putar waktu sedikit ke masa lalu.

Kita mulai dari masa pubertas. Setiap orang mengalami masa pubertas yang berbeda-beda, baik laki-laki maupun perempuan. Pada masa itu, seseorang akan mengalami perubahan baik secara fisik, psikis, maupun seksualitasnya.
Kita mulai tertarik dengan lawan jenis, namun emosional saat itu belum stabil, maka terjadilah cinta monyet. Singkat aja.

Nah ini di jaman saya, kalau adik-adik sekarang udah lebih maju 10 langkah, mereka udah hebat pacarannya, keren gak?

Ga keren sama sekali.

Nah begitulah kalau kita ingat-ingat awal timbulnya rasa ketertarikan dengan lawan jenis. Setiap manusia normal akan melalui masa-masa ini.
Kapan selesainya masa pubertas? Tidak tau. Tergantung masing-masing individu.


Sekarang, gimana dengan kita yang udah beranjak dewasa? Atau yang sudah menginginkan pasangan (calon suami/istri) ?
Banyak mereka yang menggunakan metode pacaran. Dengan harapan bisa saling mengenal satu sama lain, saling mencari kecocokan.
Nah ini ga masalah, karena niatnya memang hanya untuk mengenal dan melihat kecocokan.


Namun pertanyaannya..,
Apakah benar mereka pacaran hanya untuk saling mengenal?
Nyatanya enggak, nyatanya ga sekedar mengenal, ga sekedar mencari kecocokan, tapi juga mencari kenikmatan.

Ya gak?

Nah ini dia buruknya pacaran.

Berbeda dengan ta'aruf. Semuanya ada batasan, baik dari cara kita menghubungi calon pasangan, cara kita berkomunikasi dengan beliau. Dan yang terpenting, ada batasan waktunya.
Sehingga, dengan ta'aruf, ga ada yang namanya di php -in, ga da yang namanya di gantungin, dan ga akan ada istilah 'habis manis sepah dibuang'.

Benar begitu bukan? Lebih aman yang mana?


Jadi, sekarang saya balik pertanyaannya.
Bagaimana kita bisa melihat, bagaimana bisa mengenal, sedang hati sedang dibutakan oleh setan??

Saya tarik kesimpulan, kalau ada orang yang katanya mau mengenali pasangannya, tapi pakai cara pacaran.
.. itu orang lagi berbohong.
Atau dia lagi dibohongi sama setan.

Kalau kalian memang benar sungguh-sungguh mencari orang yang serius, saya yakin kalian akan memilih ta'aruf.


8. Ya Tapi 'kan Thur, Saya Pengen Tau Sifat-Sifat Wanita/Laki-Laki Itu Seperti Apa. Saya Belum Yakin Ta'aruf Bisa Jadi Solusinya.

Baik, jika kamu berfikirnya seperti ini, berarti kamu belum siap untuk memiliki pasangan.
Sehingga, jangan dulu terburu-buru mencari pasangan, karena hubungan itu bukan untuk coba-coba, karena wanita/laki-laki itu bukan barang dagangan.

Sebentar.
Berbicara tentang barang dagangan, kira-kira seperti ini kan.

CONTOH 1:

"Suatu ketika kita ingin membeli pakaian, kita berhak mencobanya terlebih dahulu, kalau cocok, kita beli."
Kalau yang begini boleh lah.

Tapi.. ada gak yang seperti ini?


CONTOH 2:

"Setelah kita sudah menemukan pakaian yang dirasa cocok, kita boleh untuk menunda pembayaran/pembeliannya. Tapi kita sudah bisa menggunakan pakaian tersebut sampai beberapa waktu, sampai waktu yang tidak dapat ditentukan, terserah kita mau memutuskan pembeliannya kapan. Nah kalau emang kita bener-bener cocok ama tuh pakaian, baru dah kita beli. Kalau ga cocok, dikembalikan."

Bisa ditebak, jadi atau tidak nya kita beli, pakaian tersebut pasti sudah berubah, baik dari segi warna maupun bahannya pembuatnya.

Aneh kan?
Nah pacaran itu seperti ini.


Balik lagi, sebelum memilih pakaian, kita kan harus benar-benar tau pakaian apa yang kita inginkan, apa bahannya, bentuknya seperti apa.
Kalau ga tau, lah mau gimana mau beli?

Begitu juga dengan memilih pasangan, kalau kamu belum menyusun kriteria pasangan yang cocok denganmu, yah jangan dicoba-coba dengan pacaran.
Simpel kan?

Lantas, kenapa masih ada yang kebingungan sama proses mengenal lawan jenis, kenapa masih ada yang 'kudu' pacaran dulu untuk mengenal lawan jenis. Padahal sudah jelas itu dilarang, dan ga bisa diterima secara logika yang sehat.


Sahabatku..
Kalau kamu ingin mengenal lawan jenismu. Jangan bingung.
  • Jika kamu seorang perempuan, lewat Ayah atau saudara laki-laki kandungmu, kamu bisa mengenali sifat mereka.
  • Sebaliknya, jika kamu seorang laki-laki, kamu bisa berkomunikasi dengan Ibumu atau saudari perempuan mu.

Percayalah, begini caranya.
Cara belajar kasih sayang yang paling tepat adalah dengan menyayangi kedua orang tua, saudara/i kandung, dan kerabat-kerabat keluarga.

Masih bingung? Atau kamu mau nanya “Gimana kalau mereka ga ada?”

Begini...

Kalau kamu tertarik sama sesuatu, pakaian misalnya. Apakah kamu harus menyentuhnya, harus menggunakannya supaya kamu benar-benar tau tentang pakaian itu?
Engga juga kan?

Bisa jadi kamu malah suka jaket merk A , karena ada teman kamu yang merekomendasikan. Bisa jadi kamu suka mobil B, karena kamu liat iklan nya bagus.

Pemahamannya, kamu bisa melihat sosok yang tepat tanpa kamu harus mencoba, tanpa kamu harus menyentuhnya. Dengan melihat dan memperhatikan, kamu bisa mengenal. InsyaAllah, bacalah dengan nama Tuhan-mu.

Begitulah kata surat Al A'la sebagai surat yang pertama kali turun sebagai wahyu untuk Rasulullah.
Ini lho Allah yang bilang. Gausah ragu.


Seperti saya pribadi, selain rutin berkomunikasi dengan Emak dan Kakak dirumah, saya juga diam-diam memperhatikan sifat-sifat perempuan sholeha yang ada di sekitar saya.
Baik secara langsung, maupun tidak. Saya bisa mengggunakan internet, saya bisa menggunakan buku untuk semua proses itu.
Saya ga butuh pacaran untuk mengenali lawan jenis yang tepat untuk saya nantinya.

Yang seperti itu lebih hak, mereka patut dan wajib disayangi, daripada kita harus memberikan rasa ke orang asing yang bukan siapa-siapa. (baca: pacar).
Iya kan ya?

Sama Orang Tua Belum Tentu Bisa Sayang, Masa Udah Mau Nyayangin Orang Lain

Udah ngerawat dari kecil, ngebiayain, nyekolahin, kalau sakit diurusin. Eh udah gede malah sok soan nyayangin orang lain..
Silahkan ikuti prinsip ini kalau setuju.


Mau saran yang lebih pasti lagi?

Kamu seorang laki-laki, bisa mempelajari kisah Rasulullah, tauladan umat. Silahkan beli buku-buku yang mengkisahkan tentang Rasulullah, supaya makin akrab, kamu bisa memulai dengan buku Sirah Nabawiyah.
Atau..
Kamu seorang perempuan, bisa mempelajari ummahatul mukminin, mereka lah istri-istri Rasulullah, kamu bisa mencari kisah tentang Khadijah, dan yang lain-lainnya.

Dengan ini, kita akan terus berusaha mempersiapkan diri untuk orang yang tepat nantinya.


9. Saya Punya Pacar, Tapi Kami Ga Ngapa-Ngapain Kok. Pacaran Dengan Dia, Membuat Saya Jadi Banyak Teman, dan Pergaulan Jadi Lebih Menyenangkan.

Iya deh, saya setuju. Tapi itu dulu ya.
Karena dulu saya juga seperti itu.
Punya banyak teman itu asik, apalagi beragam, ada perempuan, ada laki-laki nya juga, benar kan ya?
Ternyata yang seperti itu ga boleh.

Untuk hal ini, kamu boleh pelajari tentang adab dan etika pergaulan dengan lawan jenis. Yang sesuai dengan kaidah islamiyah, InsyaAllah kamu akan bisa mendapati beberapa kesalahan yang mungkin kamu lupakan.

Sekarang saya sedang berusaha untuk tidak berbaur dengan lawan jenis, baik berdua-duaan, maupun lagi bareng-bareng.
Lah iya? Sampe segitunya….


Hee emm, iya begitu.
Rasanya, saya lebih nyaman berbaur dengan sesama jenis. Mau sampe malem, mau sampe pagi, gapapa. Atau mereka mau tidur di kos saya, silahkan.
Disamping itu, ada hal-hal yang selama ini bermanfaat justru malah saya lewatkan. Ternyata kedekatan dengan sesama jenis itu jauh lebih afdol rasanya, saya bisa share apa saja yang saya ketahui, dibanding jika saya harus berkomunikasi dengan perempuan yang belum muhrim.

Kalian tau hal besar yang saya dapati setelah saya memutuskan untuk berhenti pacaran dan mulai keakraban dengan teman-teman laki?
Jelas ada perbedaannya, terutama dalam menghadapi masalah, membantu masalah-masalah sahabat kita sendiri. Disini saya belajar ikhlas, belajar meringankan langkah untuk menolong teman, mendengarkan mereka, dan… terasa benar kebersamaan yang sesungguhnya.


Berbeda sebelumnya ketika saya masih campur baur antar lawan jenis.
Kalau diantara mereka ada yang pacaran, mereka akan asik sama pacarnya. Yah mungkin kamu juga pernah ngalamin, dia yang udah punya pacar, malah jadi lupa sama teman-temannya.
Karena, dari awal memang niatnya belum ikhlas untuk berteman.

Saya menyesal, kenapa baru ini saya merasakan pertemanan yang benar-benar ikhlas.
Banyak yang kami lalui sebelum sampai ke titik ini, mulai dari pandangan orang-orang yang menilai kami kuper (kurang pergaulan), atau malah kadang digunjing, dikata homo. Ahahaha, terserah. Tapi ini lah pergaulan yang sehat.


10. Pacaran Itu Mencacatkan Produktivitas

Pemuda itu sedang bergejolak ide-idenya. Liat saja sekelompok pelajar atau mahasiswa yang berkumpul dalam merealisasikan idenya. Ada yang membentuk kelompok belajar, ada yang berkumpul di majelis-majelis kajian, ada yang membentuk suatu team untuk membuat usaha.
  • Lihatlah mereka yang lebih sering berkumpul dengan teman-temannya untuk membangun produk-produk yang bermanfaat.
  • Lihatlah mereka yang lebih menghabiskan waktu malamnya untuk sekedar membangun keakraban dengan orangtuanya dan saudara/i nya, membuat Ayah dan Ibu mereka bahagia.
  • Sedang mereka yang pacaran, lebih banyak meghabiskan waktunya berdua diluar, untuk sebuah kesia-siaan.

Sahabatku…
Tidak perlu ditutup-tutupi, kita semua tau saat pacaran, banyak impian-impian yang rasanya ingin dibangun bersama, mulai dari belajar bareng, ngerjain tugas bareng, buat usaha bareng, buat acara bareng.
Banyak sekali dan hati ini rasanya selalu bersemangat karena ada dia disamping yang selalu menemani.

Gitu kan ya?

Tapi suatu ketika ada masalah yang datang, atau kalian sudah bosan, kemudian putus.
Coba diingat-ingat lagi impian yang pernah kalian ukir bersama, terdengar seperti pembodohan bukan?



Entahlah..
memang beberapa pasang pacaran ada kok yang saya liat berhasil dari usia muda hingga kelak mereka nikah.
Tapi ini jumlahnya sedikit, sangat sedikit. Peluang hancurnya jauh lebih besar!

Gimana engga, wong pacaran aja udah dilarang.

Masih maksa kalau pacaran itu ada yang sehat dan bermanfaat?

Coba kita buat rangkuman lagi:

  1. Pacaran itu jalan menuju zina, dan zina itu haram. Mendekatinya saja udah ga boleh. Ga terima? Protes sama Allah.
  2. Allah meminta kita untuk menundukkan pandangan, ga boleh sembarangan lirik atas bawah orang yang belum muhrim. Tapi, pacaran membuat kita melanggar perintah ini. Dosa.
  3. Pacaran itu banyak berdua-duaan, ahh gamungkin lah pacaran ga pernah berdua-duaan. Dimana nikmatnya coba? Ya kan? Tapi, berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan muhrim itu adalah khalwat, dan khalwat itu termasuk jalan menuju zina.
  4. Fix, pacaran itu menjadikan kita sebagai hamba zina.
  5. Mata memandang, zina. Telinga mendengar, zina. Mulut berbicara, zina. Tangan menyentuh, zina. Kaki melangkah, zina. Hati berangan-angan, zina.
    Ga mau ngaku?
    Kelak kemaluanmu yang akan membenarkan atau mengingkari. (lihat HR Muslim 6925).

Coba kita bayangkan, berapa banyak waktu yang sudah terbuang karena pacaran? Semuanya sia-sia.
Iya sia-sia, kita hidup untuk beribadah, untuk mengharap ridha-Nya, bagaimana bisa Allah meridhai sedang kita dalam keadaan berzina.

Kenapa sih thur, harus bawa-bawa agama???!!

Saudaraku..
Sesiapapun kamu yang sedang membaca tulisan ini, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau ada kata yang menyakiti hati.

Saya beragama Islam, dan saya bangga menjadi seorang muslim. Bagaimana saya bisa melupakan aturan-aturan agama, sedang Islam mengajarkan saya segala hal, lengkap, dan sempurna. Dari bangun tidur, sampai mau tidur lagi, semuanya udah diatur.

Begitu banyak aturan memang.

Tapi demikianlah sempurnanya Islam, begitu cinta Allah kepada hambanya, memberikan petunjuk bagi orang-orang yang ingin bertakwa.

Ayat Alqur'an dan Hadist yang saya kutip diatas itu benar-benar belum seberapa ilmu, masih banyak sekali pemahaman saya yang masih perlu diluruskan. Oleh karena itu, jika kamu merasa ada yang kurang cocok, harap hubungi saya melalui halaman kontak atau kolom komentar dibawah.

Demi Allah saya akan sangat berterima kasih.


11. Untuk Kamu Yang Sudah Bertekad Untuk Tidak Berpacaran, Berikut Tips-Tips Yang Bisa Dilakukan, InsyaAllah Bermanfaat

Jika kamu sudah sadar dan menerima kalau pacaran itu dilarang.
Berarti kamu paham kenapa pacaran itu haram.
Haram berarti wajib dijauhi dan ditinggalkan.

Jadi..
Pola pikir yang harus dibangun sejak sekarang adalah, yakinkah hari ini kamu siap dan sanggup untuk selalu siap dalam meninggalkan serta menolak pacaran.

Untuk sedikit membantu, berikut tips nya:

  1. Yang pertama, harus bisa mengendalikan perasaan sendiri. Pahami benar-benar apa yang sedang kamu rasakan, apa benar itu cinta, atau cuma nafsu belaka.
    Bayangkan, kalau memang cinta, jika suatu saat orang yang kamu suka, jadian atau malah menikah dengan orang lain, apa yang kamu rasa?
    Sakit, benci dan patah hati?
    Berarti itu nafsu.
  2. Islam mengajarkan kita tentang cinta. Untuk ini, kamu memang harus belajar. Belajarlah dari Rasulullah, istri-istrinya, sahabat-sahabatnya, dan seterusnya.
  3. Ekspresikan rasa cinta itu menjadi perbuatan kasih sayang yang ikhlas mengharap ridha Allah, Kalau udah ikhlas. Kalimat "yasudah, jika dia bukan jodohku", ini akan terdengar indah. Ga aka nyakitin. InsyaAllah.
  4. Mau mengenali lawan jenis? Mulai dari sini dulu.
    Ingatlah orang-orang terdekatmu, orangtuamu, saudara-saudara kandungmu. Sayangi mereka, buatlah kedekatan dengan mereka, berikan mereka perhatian dan pengertian. Mereka lebih berhak untuk kasih sayangmu.
  5. Jangan mengumbar-umbar perasaan dan memancing-mancing perasaan lawan jenis. Kamu bisa mengurangi intensitas update foto dan status galaumu di media sosial, rutin terus sampai berhenti. Naikkan harga dirimu hari ini juga.
  6. Jika saat ini masih ada kedekatan dengan lawan jenis, tinggalkan!
    Memang ini sulit, tapi ingat, karena Allah, dan kebaikanmu juga. Tidak ada tawar menawar, kamu bisa memberi penjelasan satu dua kalimat kepadanya, lalu berhentilah untuk rutin berkomunikasi dengannya.
  7. Masih tetap di point 6, ingat terus niatmu untuk berubah, Allah sangat sayang sama kita, begitu juga kita harusnya menjaga kehormatan diri. Dengan begitu kamu tidak akan begitu 'gampang'nya diganggu olehnya, oleh siapapun. Bentengi diri, berdoalah. Sampai nanti ada cinta yang memilikimu sepenuhnya.
  8. Mulai gali potensi dirimu, apa kegiatan yang membuatmu bisa lebih produktif, latihlah mulai sekarang. Sibukkan diri dengan hal itu. Kurang-kurangi mendengar musik dan film romantis, banyak godaan setan dari semua itu. Yakinkan saja setiap kali kamu melihat hal-hal yang mencoba menggoyahkan imanmu, disana ada setan yang berusaha menjatuhkanmu. Jadi, kurangi, tinggalkan saja lebih baik.
  9. Jangan berhenti, belajar, belajar, dan terus belajar. Karena bisa jadi, kamu memulai untuk tidak pacaran karena sakit hati sebelumnya, tapi ingatlah kawan. Jangan berhenti, berusaha terus sampai di titik kamu benar-benar sadar dan paham kalau pacaran itu dilarang, sehingga apapun atau siapapun yang mencoba menggoda, niat menolak pacaran tidak akan berubah.
  10. Carilah teman belajar, untuk hal ini, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya yang begitu mahal. Bahkan gratis. Saya jaminannya. Banyak ustad dan ustadzah yang akan dengan senang hati menerima niatmu untuk belajar. Mereka akan jadi teman-temanmu untuk rencana yang indah ini.

Saudaraku..
Saya sangat berharap dengan sedikit point diatas, bisa membantu kamu untuk berhenti pacaran.

Sebenarnya semua langkah itu akan berkaitan dengan banyak lagi hal yang lainnya, kamu akan menuai manfaat yang banyak, InsyaAllah, akan banyak pelajaran yang bisa dipetik, lakukan saja secara rutin dan niatkan karena Allah, jangan pernah lelah, Allah pasti balas semua dengan adil.

Curahkan semua keluh kesahmu disaat sujud shalatmu, InsyaAllah do'amu akan terjamah.

Ingin rasanya, apa yang sedang saya rasakan saat ini kamu rasakan juga. Terlepas dari fitnah-fitnah dan godaan setan yang sekarang marak membudaya.


Kenapa Saya Menulis Ini?

Sebelumnya saya kasitau..
Saya bukanlah seorang ustad, bukan juga seorang ahli ibadah.

Tapi InsyaAllah dengan langkah seperti ini memudahkan saya mengikuti jalan takwa.
Karena ilmu, bukanlah apa yang sudah saya dapatkan, namun apa yang sudah saya ajarkan dan kabarkan ke siapapun, dimulai dari keluarga dan kerabat terdekat.

Kamu yang sedang membaca ini, izinkan saya menganggap kamu sebagai kerabat dekat saya.


Sahabatku….

Saya juga bukan ahli ceramah.
Namun dalam hati, saya mulai gemar berdakwah, dengan cara apapun yang masih dalam kapasitas saya, kenapa?
Karena saya masih belajar, jika saya mencoba untuk mengutarakan pemahaman, akan memudahkan orang lain untuk melihat pemahaman saya yang masih kurang.

Oleh karena itu, saya senang diberikan kritik dan saran.
Karena memang itu lah yang diajarkan Allah di surah Al-Ashr.
Demi masa, kita semua ini hidup dalam merugi.
Kecuali jika kita hidup beriman, saling beramal shaleh, dan saling nasehat-menasehati dalam mentaati kebenaran serta menetapi kebenaran.

Kenapa, saya menulis ini?

Saya pernah pacaran, saya pernah se-berdosa itu.
Panjang dan rumit jalannya memang, sampai akhirnya saya sadar, Allah itu benar-benar sayang sama hambanya.
Intinya, semua diawali oleh penyesalan, sakit.

Prosesnya juga sulit.

Tapi, seorang teman pernah bilang, laki-laki ga boleh lemah, harus tegak, bangkitkan tekad!!!
Jauh lebih sakit siksaan yang akan diterima kelak di akhirat.

Pelan-pelan semua kesakitan itu berubah jadi nikmat yang amat sangat, semua proses saya jalani dengan senang hati. Bahkan banyak sekali manfaat yang bisa saya peroleh, terutama ketenangan dan kedamaian hati.
Maka dengan menyebut nama Allah, saya siap untuk terus mendakwahkan apa yang telah saya pahami.
Dengan harapan, semoga di akhirat kelak, ini bisa jadi hujjah atas perbuatan-perbuatan dan kelalaian yang pernah saya lakukan. InsyaAllah.


Disamping itu, saya punya harapan, memang cukup naif..

Tapi saya rasa ini masih mungkin terealisasi. Insya Allah

Kawan,..

Untuk kamu yang mungkin masih di usia yang sebaya atau mungkin beberapa tahun dibawah/diatas saya, kelak kita lah yang akan mengambil andil kehidupan di dunia ini.
Iya, dunia ini, rumah, lingkungan tetangga, sekolah, kampus, ruang kerja, semuanya.
Semuanya yang masih dalam jangkauan langkah kita.

Bukan bermaksud terlalu mendramatisir.

Tapi saya sering khawatir, melihat sahabat-sahabat kita yang terlena dalam budaya pacaran. Sering saya melihat pasang-pasangan terutama adik-adik kita yang masih remaja, masih keluyuran di malam hari, berpasang-pasangan.
Terlepas dari mereka itu pintar atau tidak di sekolah/kampus nya, tapi menurut saya moral-moral seperti itu yang sering buat kekacauan dan kelak jadi penghancur masa depan bangsa ini.


Andaikata…

Kita bisa menjaga diri, memahalkan cinta, dan tidak sembarangan berbaur, dan tentunya menolak pacaran.
  • Hari ini saya akan lihat sebuah perkumpulan pertemanan yang solid, wanita dengan wanita, laki dengan laki.
  • Ga ada lagi laki-laki pemuja nafsu yang asik mengumbar-umbar kasih sayangnya ke seluruh wanita yang belum sah.
  • Ga ada lagi perempuan-perempuan murah yang menurunkan indeks harga dirinya dihalayak umum, baik secara langsung maupun media sosial.
Andaikata…

Kita hari ini sudah bisa menjaga diri. Mereka yang keluyuran malam kelak akan berubah untuk kesibukan-kesibukan mereka yang positif, mereka akan terus belajar, hidup dalam menebar manfaat, membuat hal-hal baru, menciptakan produk-produk yang bermanfaat.

Akan minim sekali kabar-kabar membosankan seperti teriakan patah hati, putus dari pacar, berantem di media sosial, sampai hal-hal buruk seperti pemerkosaan, sampai pembunuhan, yang berawal dari pacaran.

InsyaAllah...

Referensi

- Alqur'an dan Hadist
- https://rumaysho.com/165-cinta-bukanlah-disalurkan-lewat-pacaran.html
- https://remajaislam.com/18-apakah-mengenal-pasangan-harus-lewat-pacaran.html
- https://muslimah.or.id/553-cinta-sejati-dalam-islam.html
- https://muslim.or.id/25955-makna-fitnah-dalam-al-quran-1.html
- https://muslim.or.id/19526-wanita-ujian-terbesar-kaum-laki-laki.html
- http://www.syamsq.com/fitnah-lebih-kejam-dari-pembunuhan/
- https://thegirlwithbrokenwings.wordpress.com/2011/10/29/seruan-rasulullah-kepada-kaum-laki-laki/

Penutup

Ada 3 tahapan ilmu: (Perkataan seorang safar bernama Abdullah bin Al Mubarak)
1. Jika sampai pada tahapan pertama, maka ia akan merasa sombong.
2. Jika sampai pada tahapan kedua, maka ia akan merasa rendah hati.
3. Jika sampai pada tahapan ketiga, maka ia akan merasa dirinya tidak punya apa-apa.


Sekali lagi, saya mohon maaf sebesar-besarnya jika ada kata yang menyakiti hati dan tidak pantas dilontarkan dalam tulisan ini.
Bagi sahabat-sahabat yang ingin memberikan koreksi atas tulisan saya, saya akan berterima kasih sekali. Kamu bisa menggunakan halaman contact me di blog ini.
Kamu bisa juga memberi komentar dibawah. Semua masukan akan saya tanggapi secepatnya.

Semoga Allah menjaga saya dan kamu sekalian.


18 comments:

  1. tinggalkan jejak dulu bang hoho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tinggalin jejak lahi ho BUAHAHAHAHAAHAH

      Delete
  2. terima kasih sudah share pendapat tentang topik ini. cukup persuasif meskipun agak panjang lebar :)
    jujur, tulisan sangat bermanfaat untuk saya yang mulai berpikir bahwa aktivitas pacaran adalah hal yang sah-sah saja untuk dilakukan, terutama dalam proses pengenalan menjelang pernikahan.

    seringkali, postingan tentang larangan pacaran dicampurkan dengan perintah untuk membatasi hubungan dengan lawan jenis. namun, karena saking yakinnya saya kalau komunikasi dengan lawan jenis itu harus dibatasi, saya akhirnya menjadi pribadi yang terlalu membatasi diri, tertutup, dan sering kali menarik diri dalam pergaulan dengan lawan jenis. alhasil, saya tidak memiliki jaringan yang luas yang justru bermanfaat bagi karir saya, bahkan mempercepat datangnya jodoh.

    mungkin, agan punya saran atau argumen tambahan mengenai hal ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Nuril,
      Tanpa dicampurkan dengan perintah untuk membatasi hubungan dengan lawan jenis, hakekatnya memang manusia yang terhormat harus menjaga kehormatan dirinya. Ini jauh lebih baik daripada berhubungan tanpa ada batasan.

      Dibatasi bukan berarti dikekang.
      Begitu juga petunjuk, bukan pengekang, justru petunjuk adalah penerang.

      Jangan hawatir, belajar memang butuh proses dan berjuta tantangan, semoga Allah memudahkan saya, kamu, dan sahabat-sahabat semua.

      Delete
  3. info yang menarik, saya sangat berterima kasih... Karena telah membuat saya berfikir..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, syukran atas kunjungannya yah ^ ^

      Delete
  4. Terimakasih informasinya, saya masih pacaran sampai sekarang. Ibarat pakaian berarti saya sudah menggunakan pakaian tersebut. InsyaAllah saya akan membeli pakaian tersebut disaat "uang" saya cukup, karena saya tidak tega mengembalikan pakaian yang telah saya gunakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam Aldo,
      Semoga tetap istiqamah ya. Terima kasih sudah berkunjung

      Delete
  5. (NAMA DISAMARKAN - JENIS KELAMIN DISAMARKAN) hahaha.. Ini cerita top banget. Aku saranin sih dijadiin buku aja. Kasih judul yg menarik. *udah menarik juga sih judul diatas*. Akusih komen pake akun bukan aku punya alias *akun sandiwara* biar bebas komen. Tp aku komen baik" kok. Wahahaha. Aku baca ini lg galau banget mau istiqomah biar ga pacaran. JUJUR GUA BACA INI NYESSS DIHATI. ini keseharian kita banget para remaja. Cocok deh! Top karena keseharian zaman banget. Tapi, ada sih yang aku mau kasih saran itu td ada bahas perumpamaan babi" gtu kan ya.. Yang haram makan babi bukan semua agama *kamu nerangin bawa" semua ahama* yang haramon babi itu cuman agama islam aja *is the best banget kan* nah jd agak" di sunting sikit yak Hahahaha. Ini top banget. Tapi terlalu panjang. Banyak hal yg ga perlu" si alias kata" banyak yg mubazir. Mau scroll up ke bawah lama banget buat comment­čśé. Itu aja sih. Semoga bermanfaat. Salam. Inspirasi. #R

    ReplyDelete
  6. Salam kenal mas fathur...

    Allah punya banyak cara memberi petunjuk untuk umatnya. Saya lemah keyakinan tentang menanggapi pacaran, masih ingin tapi sudah tau pacaran itu dilarang. Dengan kuasa Allah saya diberi jawaban dan keyakinan lewat tulisan mas fath yg bermanfaat ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Rama,
      Semoga Allah memberikan kemudahan
      Terima kasih sudah berkunjung ^ ^

      Delete
  7. Trima kasih banyak sharingnya mas fathur..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mas Bagus,
      Terima kasih sudah berkunjung ^ ^

      Delete
  8. Sangat bermanfaat bagi saya yg sempat bingung mau mencoba pacaran atau tidak. Setelah membaca artikel ini, akhirnya hati saya mantap untuk tidak akan berpacaran. Semoga berkah^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga tetap istikomah, mbak Winda.

      Delete

Back to top