Jika di tahun 2025 kami cukup disibukkan dengan lelarian dan mengikuti beberapa event lari, maka tahun 2026 kami sepakat untuk mencoba mendaki gunung. Jadi di tulisan ini saya coba bercerita singkat bagaimana kami memulai pendakian pertama kami di tahun 2026 ini serta invest peralatannya.
Niat Hati Ingin Berhemat
Tahun ini, kami sama sekali belum mendaftar event lari apapun, satu alasannya, mahal. Untuk kategori 10K aja rata-rata minimal sudah 500 ribu, belum ditambah biaya transportasi dan penginapan. Jadilah berfikir untuk mendaki gunung aja.
Ternyata untuk mendaki gunung ya, haha. Lumayan juga biayanya. Simaksi juga sekarang udah tergolong mahal, kirain masih "15 ribu" kek dulu. Eh itu jaman kapann!? Saya diprotes istri.
Walau begitu secara perhitungan saya yakin akan lebih hemat dibanding mengikuti event lari. Hanya saja biayanya di awal cukup besar, karena kami belum memiliki gear pendakian satu pun. Jadi semuanya 'pengadaan baru'. Sebenernya bisa nyewa tapi setelah coba dihitung-hitung baiknya beli saja.
Prinsip Pendakian: Proper
Meskipun saya dulunya cukup sering mendaki gunung, tapi itu sudah lama sekali, 12 tahun lalu, sehingga banyak hal pengetahuan maupun pengalaman yang tidak lagi relevan, kecuali satu prinsip, yaitu proper.
Prinsip pendakian yang proper artinya mengutamakan keselamatan, kenyamanan serta mitigasi yang siap ketika berhadapan dengan situasi yang tidak ideal atau terjadi hal yang tidak diinginkan. Prinsip ini berlaku dalam strategi saat mendaki gunung, juga berlaku dalam pemilihan gear pendakian itu sendiri.
Pemilihan Gear Pendakian
Saya dan istri membuat list per-kategorinya dari yang paling besar seperti tas carrier, tenda, nesting set, layering, hingga supporting tools serta p3k lalu membuat tabel opsi brand dan alternatifnya beserta harganya. Sehingga lebih gampang ditrack serta dicompare.
Saya ga bahas satu persatu brand yang kami beli. Silakan ditanyakan di kolom komentar saja jika penasaran. Intinya: jika zaman dulu kita dipaksa untuk kuat dan lebih kreatif, gear pendakian zaman sekarang sudah lebih modern dan banyak pilihannya.
Jika penggunaannya untuk camping di gunung, maka menurut saya untuk tenda dan nesting set wajib ultralight. Harganya lebih mahal memang namun perbedaan berat dan kemudahan packingnya jauh berbeda.
Sementara untuk carrier saya lebih mengutamakan kenyamanan dan durabilitas carrier itu sendiri ketimbang ultralightnya. Sisanya tinggal menyesuaikan dengan pertimbangan masing-masing.
Syukur dan Tanggung Jawab
Bagian terakhir khusus sebagai pengingat untuk saya sendiri agar selalu bersyukur. Saat masih pelajar-mahasiswa dulu saya suka 'mupeng' dengan gear 'nanjak' dan 'lari' orang-orang lain. Dalam hati kapan yah bisa punya barang-barang kayagitu.
Alhamdulillah hari ini Allah cukupkan rezeki kami untuk memiliki itu semua. Semoga jadi barang yang berguna sebagaimana niat awalnya.

0 comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan bijak