Tahun lalu kami sudah pernah ke Cisadon mungkin satu atau 2x lupa tepatnya. Tapi tahun ini makin sering dan kayanya mulai jadi aktivitas mingguan deh. Awalnya memang karena untuk persiapan mendaki gunung dan akhirnya ketagihan. Yah pola nya akan selalu seperti itu, senang akan suasana baru.
Jalanan Cukup Nanjak
Setelah keluar dari perumahan Sentul, treknya mulai banyak tanjakan yang lumayan curam. Jadi disarankan bawa kendaraan yang sehat. Saya punya motor matic dan darisini ketahuan kalau ternyata motornya udah loyo, haha.
Tapi sedang diusahakan supaya motornya bisa strong dan bisa diajak main jauh. Walau sebenernya tujuan awal dibeli cuma untuk ke pasar dan ke stasiun. Tapi sekarang terpaksa harus dibawa 'touring' karena ninja 2 tak sulit untuk bawa barang.
Medan Trek Cisadon
Mayoritas komposisi medannya dipenuhi bebatuan. Artinya harus pakai sepatu yang cukup empuk, karena jalur seperti ini jauh lebih tidak nyaman dibandingkan jalur tanah dan pastinya lebih 'merusak' sepatu.
Kelebihannya adalah jalurnya cukup luas jadi engga stuck. Karena kalau tidak salah awalnya memang jalur untuk aktivitas trail kendaraan. Tapi di kondisi saat ini jadilah tempat yang paling dinikmati untuk trekking, trailrun atau keluarga yang pengen "jalan santai".
Tidak Untuk Semua Orang
Akhir-akhir ini Cisadon jadi rame banget. Beberapa orang ada yang nyesel karena ternyata jalannya engga se'gampang yang dia kira. Jaraknya juga lumayan jauh. Dari parkiran ke cisadon sekitar 7km dan total 14km kalau pulang pergi dengan elevation gain 600meter-an. Ditambah dengan jalur bebatuan tadi, yang bikin kaki 'bergetar'.
Ditambah lagi pemandangannya yang bagi sebagian orang "biasa aja". Maka saran saya untuk orang-orang yang jarang berkegiatan fisik dan pengen jalan cantik disini, ke Cisadon sebenarnya cuma akan bikin kamu tambah stress aja.
Sebenarnya jalur trekking dan trailrun di Sentul masih luas. Saya penasaran ke tempat-tempat lainnya. Semoga diberi kesempatan.


0 comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan bijak