Cara Kalibrasi Baterai HP Android yang Benar
Fathur Rizki Saragih

Cara Kalibrasi Baterai HP Android yang Benar

By
Advertisement
Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh pengguna android adalah baterai yang cepat habis, baterai tidak bisa penuh, baterai kembung, dan sejenisnya.

Saya telah membaca beberapa situs yang berbagi tips menjaga baterai android, salah satunya dengan mengkalibrasi baterai android. Namun ada beberapa tips yang menurut saya masih kurang tepat.

Merawat Baterai Android

Sebelum kesana, kita harus memahami dulu pengertian dan tujuan kalibrasi baterai di android:
  • Kalibrasi sama sekali tidak bertujuan untuk mengembalikan kapasitas baterai yang lemah, atau memperbaiki baterai yang sudah rusak.
  • Kalibrasi adalah teknik pengukuran, jadi kalibrasi baterai bertujuan untuk mencocokkan pembacaan kapasitas baterai, agar nilai yang tampil di layar android (biasanya ditampilkan dengan %) tidak melenceng jauh dengan kapasitas baterai sebenarnya.
  • Berarti ada 2 hal yang mempengaruhi: baterai, dan sensor hp itu sendiri

Cara Meng-kalibrasi Baterai Smartphone Android

Saya hanya membahas smartphone android, untuk yang lain seperti windows phone, iphone, saya belum pernah coba. Tapi rasanya sih sama saja.
Ada 2 metode:

Metode 1

  1. Charge hp kamu sampai penuh (100%), baik dalam keadaan on maupun off.
  2. Kemudian hidupkan, atau restart.
    Jika tampilan kapasitas menjadi berkurang, ex: 94% , charge kembali sampai 100%
  3. Gunakan baterai sampai habis.
    Caranya terserah, bisa dengan pemakaian normal, atau dengan sedikit paksaan.
  4. Pastikan baterai benar-benar habis.
    Caranya, silahkan restart sampai benar-benar tidak mau nyala.
  5. Setelah hp benar-benar dalam keadaan mati, hubungkan dengan charger. Tunggu sampai 100%.
    Biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Pastikan juga charger tetap terhubung, dan gunakan charger yang original atau paling tidak gunakan charger yang memiliki output (ampere) yang sama dengan kebutuhan hp.
  6. Hidupkan kembali, jika kapasitas baterai masih tetap anjlok setelah dihidupkan. Ulangi dari langkah 1.
Setelah berhasil, kamu tidak perlu mengulang langkah ini secara terus menerus. Tetap gunakan hp seperti biasa.
Saya sendiri mengkalibrasi baterai sekitar 3 bulan sekali, tergantung mood.
Dibawah akan saya jelaskan cara menjaga baterai android agar tetap awet.

Metode 2 : dengan Akses Root

Sebelumnya saya jelaskan, mengkalibrasi baterai dengan akses root hanya berbeda di aplikasi yang digunakan.
Jika kamu sudah me-root android kamu, bisa gunakan aplikasi kalibrator baterai, namun saya lebih suka menggunakan script (ada banyak di forum xdadeveloper)
Berikut caranya:
  1. Ingat, jangan langsung menggunakan aplikasi tersebut. Kamu harus tetap mengikuti langkah di metode 1.
  2. Pastikan baterai benar-benar dalam keadaan 100% setelah di restart, jika belum, charge kembali sampai 100%.
  3. Setelah itu, baru install aplikasinya (ex: Battery Calibration).
  4. Jalankan aplikasi, sambil gunakan hp kamu sampai benar-benar dalam keadaan 0%.
  5. Charger dalam keadaan off, sampai 100%.
Cara mana yang lebih mudah?
Menurut saya keduanya sama saja. Namun, bagi kamu yang mengetahui sistem di android, pasti lebih memiliih menggunakan aplikasi.


Merawat Baterai Android Agar Tetap Awet

Berdasarkan penjelasan saya diatas, kalibrasi tidak bertujuan untuk memperbaiki baterai yang sudah rusak.

Mitos pertama, banyak orang-orang yang menulis cara memperbaiki baterai android yang rusak.
Itu salah!!
Tidak ada cara untuk memperbaiki baterai yang sudah rusak, cara terbaik adalah mencegah kerusakan, dengan merawat baterai android.

Mtos kedua, biasanya di forum banyak beredar cara mengkalibrasi baterai dengan menghapus file batterystats.bin.
Ini juga salah!!
File ini hanya berfungsi untuk membaca siklus pemakaian baterai saja per-siklus pemakaian penuh, ga ada fungsinya sama sekali untuk mengkalibrasi baterai.

Berikut cara menjaga baterai android agar tetap awet dan tahan lama:
  • Lakukan siklus pengisian secara teratur, charge hp setelah baterai habis.
    Hal ini seringkali menyebabkan pembacaan kapasitas baterai menjadi melenceng.
  • Gunakan charge yang original, atau paling tidak charge yang output daya nya sama dengan charge original hp kamu.
    Hal ini juga berlaku bagi kamu yang menggunakan powerbank (namun tetap ingat point 1)
  • Jangan charge hp ketika pemakaian berat seperti, nelfon, streaming, de el el.
    Selain berbahaya (faktanya banyak hp yang meleduk kan), pemakaian dengan tingkat performa tinggi menyebabkan android meminta cakupan daya yang cukup besar, makanya hp seringkali panas. Apalagi ketika kapasitas baterai dibawah 30%.
    Dimana-mana, panas adalah musuh terbesar bagi perangkat teknologi. Makanya kita selalu menemukan mode pengggunaan di menu “setting”, seperti baterai saver, airplane, marathon, dll.
Semoga bermanfaat.

0 comments:

Post a Comment

Back to top