Tips Sukses Menghadapi Wawancara Kerja A - Z
fathurhoho

Tips Sukses Menghadapi Wawancara Kerja A - Z

Published by:
Wawancara kerja merupakan satu proses yang harus dilalui seseorang sebelum dinyatakan diterima bekerja.
Uniknya, (hampir) semua calon karyawan pernah gagal ketika wawancara kerja.

Apakah kamu termasuk salah satunya?

Keputusan diterima atau tidaknya seorang calon karyawan adalah hak prerogratif staf personalia, karena mereka yang tau softskill dan hardskill apa yang harus dimiliki karyawannya.
Makanya tidak sedikit juga pelamar yang sudah punya skill mumpuni, tapi gagal setelah wawancara.

Berikut saya akan berbagi tips menghadapi wawancara kerja agar diterima oleh perusahaan yang kam idamkan, silahkan disimak. InsyaAllah membantu.

Cara Sukses Menjalani Wawancara Kerja
Tips Sukses Menjalani Wawancara Kerja

Tips pertama: Anggap ini kesempatan emas

Anggaplah ini kesempatan terbaik yang tidak boleh disia-siakan. Karena untuk mendapat panggilan wawancara kerja itu tidak mudah, buktinya banyak yang gagal.
Silahkan baca tulisan saya tentang kesalahan-kesalahan dalam melamar pekerjaan.

“ahh, paling perusahaan itu mengadakan wawancara hanya sebagai formalitas saja”

Saya setuju dengan anggapan tersebut.
..tapi saja tidak setuju alasan tersebut menjadikan kita setengah hati menyikapi wawancara kerja.

Bisa jadi…
Mereka menjadikan wawancara kerja terkesan formalitas sebagai suatu trik untuk menilai keseriusan calon karyawannya.

Mari kita analisa secara mendalam.

Umumnya, ada 2 jenis model perekrutan yang dilakukan perusahaan:
  1. Umum:
  2. Khusus:
Untuk jenis yang kedua, tidak saya bahas terlalu panjang.
Karena biasanya..
Perusahaan yang merekrut karyawannya secara khusus, dilakukan dengan cara-cara seperti “employee get employee”. Perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk merekomendasikan teman atau kenalannya bekerja sama dengan mereka.

Ini biasanya dialami oleh orang-orang yang sudah proffesional di bidangnya.

Selanjutnya model yang pertama, inilah yang biasa kita lihat sekarang. Perusahaan membuka lowongan kerja secara umum. Bahkan ada juga yang mengadakan “walk in interview”.

Masih bertanya kenapa wawancara kerja sering terkesan formalitas?
Coba bayangkan, ketika mereka membuka lowongan tersebut, berapa banyak calon yang melamar? Ketika interview, berapa banyak orang yang datang dalam sehari? Apalagi kalau walk in interview.

Jadi, tetaplah anggap wawancara kerja itu tahapan yang penting, bahkan sangat penting, agar kamu tidak kecolongan.

Tips kedua: Lakukan Persiapan yang Matang

Seperti kata Thomas Edison “Persiapan hari ini menentukan prestasi di hari kedepan”.
atau biar lebih greget..
“lebih baik bermandikan keringat ketika latihan, daripada bermandikan darah di arena pertempuran”.

Jadi, berikut persiapan perang wawancara kerja yang perlu dilakukan:
  1. Peralatan perang: hal ini meliputi berkas-berkas lamaran kerja, pakaian, dan tentunya ilmu (sebut saja: hapalan materi).
  2. Pahami kondisi lapangan dan sifat musuh: hal ini meliputi lokasi interview dan informasi-informasi perusahaan.
Berikut uraiannya:

Persiapkan Dokumen-Dokumen Lamaran Kerja Minimal Sehari Sebelum Wawancara

Ketika mendapat panggilan wawancara, perusahaan memberikan detil apa saja yang harus dibawa, pelamar pun berhak menanyakan.

CV, Surat Lamaran, dan dokumen pendukung lainnya, ini sebaiknya dibawa ketika wawancara kerja.

Mungkin sebagian orang berpikiran “Saya kan sudah mengirimkan lamaran, disana sudah saya lampirkan dokumen-dokumennya secara lengkap, masih harus dibawa lagi?”

Tujuannya untuk mengantisipasi, misalnya saja CV kamu diminta/ditanyakan ketika interview.
Karena tidak semua pewawancara memegang CV pelamar. Penyebabnya ada 2: mereka tidak mencetak CV tersebut, atau bukan mereka yang menerima CV-mu pertama kali.

“Kalau lupa, bagaimana, fatal atau tidak?”
CV biasanya dijadikan bahan untuk wawancara kerja. Jadi, jawabannya ada 2, bisa fatal, bisa engga. Akan saya jawab dengan penjelasan dibawah.

Tips tambahan: gunakan map lamaran kerja yang sesuai.


Cari Informasi Mengenai Perusahaan

Sesuai 2 point utama diatas: kenali musuh dengan baik. hehe
Ini penting!
Minimal kamu tau lokasi kantor perusahaan tersebut.

Jangan coba-coba menghadiri wawancara kerja tanpa mengetahui informasi perusahaan tersebut. Ini namanya 'blunder'.
Kamu bisa mencari informasinya di internet, website mereka contohnya. Di blog, di forum, di koran, dimanapun. Atau tanyakan kepada orang-orang yang kamu kenal.

Secara umum, keadaan wawancara kerja akan seperti:
  1. Apa yang kamu ketahui tentang perusahaan ini?
  2. Darimana kamu mendapat informasi tsb (harusnya: ini sudah disertakan di jawaban 1).
  3. Apa yang kamu ketahui tentang masalah yang sedang kami hadapi?
  4. Apa kontribusi yang bisa kamu berikan?
Tambahan: 2 persiapan wawancara kerja diatas hendaknya dipersiapkan minimal sehari sebelum wawancara.

Wawancara bisa dilakukan oleh satu, dua, sampai 5 orang (wawancara panel). Ada juga wawancara yang dilakukan dengan presentasi, pelamar akan diberikan sebuah studi kasus dan di minta mempresentasikannya dalam waktu 15 menit.
Tidak jarang juga perusahaan yang melakukan wawancara melalui telepon, atau video call.

Itu semua hanya teknik wawancaranya. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan biasanya sama.


Tips Terakhir: Hadapi Wawancara Kerja dengan Maksimal

Jika saya diminta jawaban yang paling singkat tentang “Bagaimana syaratnya agar sukses menjalani wawancara kerja?”
Maka saya akan jawab:
  • Berdoa,
  • Percaya diri, dan
  • Rendah hati.
Tapi, itu bukan cara .
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan menghadapi wawancara kerja:

Yang pertama: Jangan lupa berdoa. Ini yang pertama dan yang paling utama.

Yang kedua: Andaikata tidak sempat sarapan, minimal membawa roti agar perut tidak kosong. Oleh karena itu, kamu seharusnya datang minimal 30 menit sebelum wawancara, supaya diri lebih tenang dan tidak terburu-buru. Sisanya bisa dimanfaatkan untuk merapikan penampilan atau sekedar menyisir rambut.

Yang ketiga: Pakaian.  Tidak sedikit yang pusing masalah pakaian ini, apalagi mereka yang tidak pernah wawancara kerja sebelumnya, apalagi cewe-cewe.
Sebenarnya tidak perlu dipusingkan, yang penting rapi dan sopan.
Gunakan rumus sederhana: P.D
eh, itu bukan rumus sih, itu singkatan, artinya Percaya Diri. Jika kamu lebih percaya diri kalau pakai kemeja berwarna biru, nah gunakan yang biru. Singkat.

Lebih baik juga jika kamu menggunakan parfum, selain membuat nyaman, ini bisa membangkitan percaya diri.
Parfum apa yang bagus?
Saya gatau. saya cuma butuh minyak telon untuk segala situasi. Merk my babby. + 6 jam melindungi bayi dari gigitan nyamuk.

Halah halah…
Yang keempat: Jangan terlalu tegang. Biasanya, jika sudah tegang, gugup, kamu akan memaksa diri untuk menghapal. Padahal, menghapal untuk wawancara kerja itu sama sekali tidak membantu. Yang ada hanya mengacaukan.

Ga percaya? Silahkan dibaca penjelasan selanjutnya.
Tidak ada teks yang perlu dihapalkan dalam wawancara kerja. Saya suka mendengarkan musik klasik untuk mengatasi rasa gugup.

Nah, secara ringkas, hanya 2 point di awal saja yang perlu dipahami agar sukses menjalani wawancara kerja.


Berikut contoh-contoh pertanyaan wawancara kerja yang sering diajukan:
Saya bagi menjadi 3 level tergantung jenis pertanyaannya.

Pertanyaan Umum

Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang hampir selalu ditanyakan ketika wawancara.
Ini juga yang menjadi alasan kenapa kita harus membawa berkas lamaran (terutama CV), karena semua pertanyaan biasanya didasarkan pada CV pelamar.
  1. Ceritakan tentang diri Anda.
  2. Apa aktivitas yang Anda lakukan dalam sehari-hari?
  3. Apa yang menjadi kesulitan Anda ketika <….> ex: kuliah?
  4. Bagaimana cara Anda mengatasinya?
  5. Siapa Anda dalam 5 tahun kedepan?
  6. dll

Tidak jarang juga pewawancara menanyakan seputar kelebihan dan kekurangan pelamarnya.
Yang harus di ingat:
“Yang terpenting bukan tentang jawaban kamu, tapi bagaimana cara kamu menjawab”

Jadi, jawablah pertanyaan diatas dengan tenang, anggap saja pewawancara adalah temanmu. Hindari juga menggunakan kata yang terlalu kaku, seperti “terlalu banyak mengulang kata 'saya': Nama saya Togar Hutajulu. Saya berasal dari sipiso-piso. Saya sekolah di SMAN 29 Sipiso-piso. Saya kuliah di ITB. Saya jurusan Teknologi Pangan”

Jangan seperti itu jawabannya, tidak ada percakapan yang bisa dihasilkan dari jawaban seperti itu. Anggap saja kamu seseorang yang ahli, dan kamu sedang ingin menawarkan keahlianmu.
Contoh:
“Perkenalkan, nama saya Ahmad Bukhari. Saya baru saja menyelesaikan kuliah saya di Universitas Indonesia, jurusan Komunikasi. Sejak sekolah saya sudah menyukai kegiatan menulis. Ketika kuliah saya mulai mengisi kegiatan saya dengan menjadi team redaksi di majalah kampus. Disamping itu, saya juga menerima jasa penulisan artikel, .. darisana saya mengerti..... dst ….”

Jawaban yang seperti ini lebih komunikatif. Positifnya, percakapan akan menjadi dua arah, sehingga kamu tidak tertekan dalam menjawab semua pertanyaan.
Ingat:
"Jadilah pemegang kendali alur pembicaraan ketika wawancara kerja"
Maksudnya:
Kandidat adalah kunci utama dalam kegiatan wawancara. Jika kamu memang ahli di bidang menulis, usahakan pertanyaan umum ini kamu lalui dengan pertanyaan seputar menulis saja. Kamu bisa menggunakan kata-kata yang memancing mereka:

Contoh:
“Disamping itu, saya juga menerima jasa penulisan artikel…..”
Kemungkinan besar, pertanyaan selanjutnya tidak jauh dari sini.
P: "Siapa saja orang-orang yang menggunakan jasamu? Bagaimana caramu mengatur waktu antara kuliah dengan menulis artikel. Apa kesulitan yang kamu alami dari aktivitas tersebut". dst..

Hindari: terlalu melebih-lebihkan diri, menyombongkan diri, atau mengundang perdebatan ketika wawancara.

Pertanyaan Seputar Kasus:

Pewawancara ingin mengetahui bagaimana cara kandidat menyelesaikan masalah. Pertanyaan-pertanyaanya kurang lebih seperti berikut:
A. Bagaimana cara Anda memperkenalkan keahlian Anda kepada semua orang (masih dalam cerita menulis) ex: Cara anda mempromosikan jasa penulisan?
B. Apakah Anda bersedia ditempatkan di luar kota?
C. “Perusahaan sedang membuka situs portal jasa penulisan dan penjualan ebook. Promosi sudah dilakukan secara maksimal dan menarik peminat-peminat para penulis maupun pengguna jasa dari dalam hingga luar negeri. Beberapa minggu berjalan, banyak pengguna yang komplain, artikel pesanan mereka tidak kunjung selesai, ebook yang mereka beli belum sampai, situs tersebut sering error karena banyaknya pengunjung, penyedia jasa tidak kunjung menerima bayaran mereka”
Bagaimana cara Anda menyikapi kasus ini, siapa yang paling bersalah dalam kasus ini?
D. dll

Mari kita bahas pertanyaan C,
Kamu hanya ditanyakan cara kamu menyikapi kasus tersebut, kamu tidak dituntut untuk benar-benar bisa memberikan solusi terbaik. Mereka hanya ingin mengetahui cara kandidatnya menganalisa dan mengatasi sebuah permasalahan.

Karena pada praktiknya nanti, semuanya tidak selalu berjalan sesuai teori bukan?

Sekali lagi, yang terpenting adalah cara menjawab, cara kamu menceritakan jawaban tersebut.
Tips::
- Identifikasi masalah dengan tenang, jangan buru-buru menjawab
- Tanyakan hal yang belum di mengerti seperti atau yang kurang jelas
- Identifikasi faktor-faktor yang menjadi penyebab.
- Berikan solusi yang paling mungkin dan paling baik, sertakan juga alternatifnya.


Pertanyaan Seputar Gaji


Ini adalah pertanyaan terakhir, mestinya kamu sudah tau kualitas yang kamu miliki, dan berapa gaji yang patut kamu peroleh. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan survey gaji untuk posisi yang kamu lamar tersebut.

Dalam wawancara, jangan terlalu berfokus pada gaji. Sederhananya, jangan pernah menanyakan gaji sebelum pewawancara memulai. Jika mereka tertarik untuk merekrutmu, diakhir sesi pasti mereka menanyakan gaji yang kamu inginkan.

Singkatnya:
  1. Kamu harus tau angka yang kamu butuhkan. Jika kamu saja tidak bisa menghargai diri sendiri, bagaimana dengan orang lain? Benar bukan?
  2. Lakukan survey, manfaatkan internet, tanyakan orang-orang terdekat.
  3. Penting: bedakan gaji pokok, dan tunjangan, apa benefit lain yang kamu dapatkan. Sesuaikan juga dengan porsi kerjanya, seimbang atau tidak.
Banyak orang yang gagal dalam masalah ini. Hal ini disebabkan karena tidak bisa bernegosiasi dengan baik, atau lebih buruknya, pelamar terutama fresh graduate sangat tidak berani mematok gaji sesuai yang mereka harapkan. Akhirnya, mereka siap untuk digaji dibawah rata-rata bahkan dibawah UMR. Ini karena mereka takut kehilangan kesempatan bekerja.

Jika kamu merasakan kesulitan dalam menjawab seputar gaji. Coba gunakan teknik berikut:
a. Jangan terlalu berpatok pada gaji sebelumnya (atau gaji rata-rata posisi itu pada umumnya).
b. Tanyakan terlebih dahulu rentang gaji yang ditawarkan.
“Kira-kira berapa gaji yang ditawarkan perusahaan untuk posisi ini?”
atau… jika kamu cukup percaya diri.
“Jika saya mampu menyelesaikan <…..jobdesc yg sudah dibicarakan..> ex: operasional perusahaan dengan maksimal. Berapa gaji yang ditawarkan perusahaan kepada saya”


Biasanya, pewawancara akan memberikan rentang gajinya. Sampai pada tahap ini, lakukan tawar menawar dengan baik, jangan takut kehilangan kesempatan kerja jika memang kamu layak dengan angka yang kamu harapkan.
“Saya berharap memperoleh gaji sebesar 9 juta”.

Ingat:
  • Jangan mematok gaji terlalu tinggi, jangan juga terlalu rendah.
  • Gaji bukanlah tujuan utama dalam bekerja, pertimbangkan hal-hal yang lain, kesempatan karir, waktu, dll.
  • Jika kamu tidak menikmati pekerjaanmu, maka kamu tidak akan bahagia. Maka, minat terhadap pekerjaan itu yang paling utama.
"Kepuasan bekerja adalah perkara yang paling utama dibanding jumlah rupiah yang akan Anda bawa pulang. Jika Anda membenci pekerjaan Anda, berapapun gaji dan bonus yang Anda terima, maka Anda tidak akan bahagia"
Jangan terlalu pusing dengan pertanyaan-pertanyaan diatas, banyak jenis-jenis pertanyaan wawancara yang lain, namun intinya saya hanya memberi bayangan saja, sehingga kamu bisa membayangkan kemungkinan yang terjadi ketika wawancara.

Gunakan Kesempatan Bertanya

Sesuatu yang baik dilakukan saat wawancara adalah menyediakan buku catatan atau hanya selembar kertas sekalipun . Selain membuat mejamu tidak keliatan kosong, kamu bisa menggunakan kertas ini untuk mencatat hal-hal penting dari wawancara tersebut.

Di akhir wawancara, biasanya kandidat diberikan kesempatan untuk bertanya. Saya menyarankan agar kamu membuat daftar pertanyaan sebelumnya, supaya tidak lupa.
Silahkan gunakan kesempatan bertanya ini dengan baik.
Contoh beberapa hal yang bisa kamu tanyakan saat wawancara kerja:

  • Tanyakan hal-hal yang belum jelas. yang ini sudah jelas sih.
  • Seputar rekan kerja, berapa orang, dari divisi apa saja. Untuk sekedar memberikan bayangan seperti apa suasana kerja yang akan kamu jalani nantinya.
  • Budaya perusahaan seperti dress code, kegiatan-kegiatan diluar jam kerja, atau kesempatan-kesempatan yang lain, hal ini boleh ditanyakan.
Intinya, jadikan wawancara itu sebagai wadah untuk saling mengenal, pelamar mengenal perusahaannya, dan juga sebaliknya. 
Namun ingat..
Kamu harus mengetahui batasannya.., jangan tanyakan hal-hal yang membuat dirimu terlihat sombong, atau bertanya tentang sesuatu yang sifatnya hanya untuk kenyamanan pribadi saja. 
Seperti "fleksibilitas jam kerja, jatah telat, de el el" nanti kamu juga akan tau ketika sudah diterima bekerja. 



Disamping itu, bahasa tubuh sangat mempengaruhi wawancara kerja, berikan kesan terbaik ketika wawancara. Bawakan diri dengan tenang dan jangan canggung.
Jika bersalaman, balas jabatan pewawancara dengan sesuai,



Nah, begitulah tips sukses menghadapi wawancara kerja. Jika kamu memiliki tips yang lain, silahkan ditambahkan di kolom komentar.

Persiapan sebelum melakukan wawancara kerja sangat penting dilakukan. Jangan lupa membawa barang-barang yang dibutuhkan, informasi perusahaan, tetap semangat ..!

Yang terakhir, jangan lupa berdoa, rendah hati, dan tetap percaya diri.
Semoga bermanfaat

0 comments:

Post a Comment

Back to top